Teroris dan Radikalisasi Tidak Boleh Masuk di Wilayah NTB

Teroris dan Radikalisasi Tidak Boleh Masuk di Wilayah NTB
Foto: Ketua Yayasan Nurul Bayan Lombok Saepul Hadi, pada salah satu acara.(Ampenanpost.com/Ist).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com Tingginya angka terorisme, dan radikalisasi di Indonesia mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Salah satunya para pimpinan Yayasan di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terkenal dengan pulau seribu masjid.

Seperti yang dikutip dari bnpt.go.id Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol. Ibnu Suhaendra menjelaskan ancaman terorisme dalam kurun waktu 2017 -2022 yang bergerak fluktuatif.

Baca juga:

Dianggap Mampu Jaga Kamtibmas, Tokoh Pemuda Lobar Apresiasi Kapolda NTB – Ampenan Post

Lindungi Anak dari Kekerasan dan Radikalisme

“Selama lima tahun terakhir, tren ancaman terorisme di Indonesia bergerak secara fluktuatif. Meningkat pada 2019, lalu menurun pada 2020, dan meningkat lagi pada 2022 berdasarkan Laporan GTI tahun 2022,” jelasnya.

Ketua Yayasan Nurul Bayan Lombok Saepul Hadi mengatakan, menjelang tahun politik menurutnya sejumlah kasus penemuan teror di Indonesia masih banyak terjadi, termasuk organisasi terlarang masih bebas berkeliaran di Indonesia. Hal itu tidak bisa dibiarkan dinegara ini, karena menurutnya, bangsa ini sudah teguh dengan pancasila.

“tidak ada tempat bagi organisasi yang ingin memecah belah bangsa ini, apalagi organisasi yang anti dengan Pancasila,” tegas Saepul, kepada media pada Senin (20/6/22).

Saepul mengungkapkan, organisasi transnasional yang ingin memecah belah persatuan bangsa ini, Sehingga perlu digalakkan deradikalisasi untuk menjaga keberagaman dan kenyamanan berbangsa dan bernegara.

“masyarakat jagan cepat tersulut dengan isu-isu yang anti pancasila, mari kita menyongsong Indonesia yang damai dan aman,” ungkapnya.

Baca juga:

Siap Menjadi Bagian mengamankan NKRI, Empat Sekawan Dampingi Pendakwah Kamtibmas Polres Lombok Barat

Siap Menjadi Bagian mengamankan NKRI, Empat Sekawan Dampingi Pendakwah Kamtibmas Polres Lombok Barat

Pihaknya mendukung sikap Mabespolri dan Badan Pengmggulangan Terorisme di Indonesia untuk segera meredam segala gerakan intoleran dan terorisme.

“Kita dukung langkah cepat pihak penengak hukum untuk menindak tegas segala bentuk intoleran di negara ini,” tegasnya.

Calon Ketua DPD II KNPI Lombok Tengah ini menilai wilayah NTB khususnya Lombok Tengah telah menjadi tujuan wisatawan internasional, seperti perhelatan WSBK, motoGP akan membawa dampak yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi.

Namu dia tidak menafikan bahwa dengan perkembangan itu justru menjadi potensi ancaman yang besar untuk gerakan-gerakan yang bisa mengancam keamanan wilayah.

“Lombok Tengah ini kan sudah jadi magnet pariwisata karena ada kek Mandalika, kemudian Sirkuit motoGp jadi keamanan harus ditingkatkan,”ungkapnya.

Baca juga:

Rektor Universitas Mataram Lantik BEM, DPM, dan UKM

Polres Loteng Polda NTB Kawal Deklarasi Pilakda Damai Tim Milenial

Soal gerakan radikalisme dia meminta kepada masyarakat NTB dan Indonesia umumnya jangan mudah teprovokasi dengan politik identitas kemudian jangan mudah tegerus dengan budaya barat lalu meninggalkan budaya lokal ujarnya

Menurutnya yang harus dijaga adalah tanamkan jiwa Nasionalisme
Dan berpikir terbuka dan toleran,
ketiga pegang teguh ajaran-ajaran Ahlusunnah Waljamaah atau agama yang ada di indonesia sejak awal kemerdekaaan yang tertuang dalam Pancasila.

“Supaya tidak terjadi hal-hal yang ada di Lombok Timur dan kasus Lombok barat beberapa waktu lalu itu,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here