PW IPNU NTB Pada Fase Titik Nadir – Ampenan Post

PW IPNU NTB Pada Fase Titik Nadir
Foto: Sejumlah Pengurus PC IPNU Lombok Barat.(Ampenanpost.com/Ist).

Oleh: Idham Khalid Langung, Ketua PC IPNU Lombok Barat.

Ampenanpost.com – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), merupakan sebuah Badan Otonom (BANOM) dari Nahdlatul Ulama (NU) paling terkecil dari seluruh Badan – Badan yang ada dalam Tubuh NU.

Melihat Anggota dan Kader jutaan Jumlahnya menjadikan IPNU sebagai Organisasi terbesar di Indonesia dan memiliki Posisi strategis sebagai bagian daripada Regenerasi NU di masa depan. Oleh sebab itu, Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendesak agar regenerasi harus tetap bergulir dalam tubuh organisasi ini.

Pasalnya basis yang banyak dan memiliki peran yang sangat luar biasa terhadap Negara ini juga lagir dari IPNU misalnya saja Bupati Terbaik di Dunia pernah diraih oleh Alumni Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU.

Kemudian Dalam PD/PRT IPNU sendiri telah diatur rapi tentang batasan usia pengurus, masa khdimat, Garis Besar Haluan Organisasi dan seterusnya. Tapi saat ini di tubuh PW IPNU NTB seperti hilang ruhnya.

Beberapa dinamika yang hadir menyelimuti Organisasi ini secara alami dan tidak berdasar membuat beberap Oknum terindikasi memainkan momentum Pra Kongres untuk mendapatkan untung indiviunya.

Padahal kalau kita kembali ke sejarah karena Momentum Kongres IPNU XIX di Cerebon Pimpinan Wilayah IPNU NTB sudah mulai melanggar PD/PRT dengan berani mengusulkan SP tanpa rekomendasi PWNU NTB. Kemudian di monentum ini yang dimana NTB ditunjuk oleh PP IPNU untuk menjadi panitia daerah KONGRES XX yang ditetapkan melalui rapat pleno bersama PP IPNU, dan IPPNU juga terkesan ingin melanggar PD/PRT IPNU tantang Perpanjangan SP, sedangkan hal tersebut tidak dibenarkan dalam aturan Organisasi IPNU.

Merujuk pada SP dari PP IPNU, Pimpinan Wilayah IPNU NTB sudah berakhir pada 29 November 2021 kemarin, dan seharusnya Pelaksanaan Konferensi Wilayah IPNU NTB dilakukan tidak jauh dari berakhirnya Masa Khidmatnya.

Hingga saat ini menjelang Kongres IPNU NTB belum melaksanakan Konferwil dan hal ini menjadi kekhawatiran kader-kader IPNU yang ada di NTB. PD/PRT dibuat bukan untuk dilanggar tetapi dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Sesungguhnya, Regenerasi harus ditegakkan agar kaderisasi terus berjalan dengan sebaik-baiknya, dan Pimpinan seharusnya lebih paham dan harus melaksanakan hal tersebut, agar tidak terlihat IPNU NTB tidak memiliki kader yg berkualitas dan berkapasitas, jika dipetakan Potensi Kader dan anggota, IPNU NTB ini kaya dengan Potensi yang menjanjikan untuk Daerah.

Dan seharusnya PW IPNU NTB tidak lagi melakukan pelanggaran setelah prosesi kenaikan pada Konferwil waktu itu dan Indikasi Pemalsuan Tanda Tangan yang di dalamnya ada Rois Syuriah pada waktu itu, sehingga wajar Pimpinan Wilayah IPNU hari ini tidak Pernah dilantik oleh Pimpinan Pusat.

Sangat disayangkan jika cara-cara seperti diperaktikan dalam Perkhidmatan di wadah IPNU. “Sehingga kami atas nama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Lombok Barat menolak keras Perpanjangan SP IPNU NTB dari PP IPNU yang ada di Jakarta”

Mari berbenah untuk dapat mencapai Tujuan Organisasi, bukan tujuan Sekelompok Orang!!.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here