Proyek Pembangunan Jalan di Luar Sirkuit Mandalika Tak Libatkan Sopir Setempat – Ampenan Post

Proyek Pembangunan Jalan di Luar Sirkuit Tak Libatkan Sopir Setempat
Foto: Terlihat Sejumlah Sopir Truck yang Tengah Lakukan Aksi Perotes di Depan Sirkuit Mandalika pada Senin-17-01-22.(Ampenanpost.com/DI).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com Dirundung masalah, polemik dalam geliatnya pembangunan fasilitas pendukung Sirkuit Mandalika tak ada hentinya. Yang mana saat ini fasilitas pendukung seperti jalan saat ini sedang dikebutkan. Namun disatu sisi, pelibatan masyarakat setempat juga sangat penting. Oleh karena itu, ratusan sopir Dum Truck yang berasal dari sejumlah desa di Desa penyanggah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika melakukan aksi protes di depan Sirkuit Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok tengah (Loteng), Senin (17/01/22).

Aksi perotes dari ratusan sopir itu menuntut supaya Perusahaan yang sebagai pemenang tender dalam pengerjaan ruas jalan di Kek Mandalika melibatkan sopir atau kendaraan setempat. Yang mana saat ini yang sebagai pemenang tender pengerjaan itu adalah PT. Bunga Raya Lestari (BRL), dan PT. Pembangunan Perumahan (PP).

Sudirman, Kordinator Sopir saat ditemui wartawan mengatakan, aksi yang dilakukannya itu merupakan sebuah protes terhadap perusahaan yang menjadi pemenang tender dalam pengerjaan proyek tersebut. Yang mana saat ini ratusan sopir setempat sama sekali tidak dilibatkan dalam bentuk apapun di Pembangunan Kek Mandalika.’’ Kami hanya meminta untuk diikut sertakan dalam pengerjaan ini, kami juga membutuhkan untuk menyambung hidup. Masak kami sebagai orang yang besar ditanah sendiri hanya akan menjadi penonton di tanah sendiri,’’ Ungkap Sudirman.

Tidak hanya itu, Ia juga menyebutkan bahwa aksi yang dilakukan para sopir itu merupakan kali kedua setelah sekitar 3 (tiga) bulan yang lalu dengan permasalahan yang sama. Namun pada saat itu pihak kepolisian mampu memediasi antara para sopir dengan pihak perusahaan, Namun sayang pada saat itu para sopir hanya diperbolehkan untuk ikut kerj selama 4 hari saja, selebihnya itu tidak ada lagi pelibatan sopir setempat.’’ Ini sudah dua kali kita lakukan, sehingga kali ini kami meminta kami semua harus dilibatkan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kendaraan kami,’’ sebutnya.

Dengan aksi yang dilakukan itu, para sopir sempat melakukan penyetopan terhadap sejumlah kendaraan resmi perusahaan yang melintas di lokasi itu. Lagi – lagi aksi para sopir itu dapat dilerai oleh aparat kepolisian dari Polsek Kawasan Mandalika. Sehingga pada saat itu ratusan sopir dipertemukan dengan pihak perusahaan untuk yang kedua kalinya.

Sehingga, Sudirman kembali meminta pihak kepolisan untuk bersikap tegas dan adil. Pasalnya para sopir ini enggan untuk dibohpongi yang kesekian kalinya. Jika tuntutan itu tidak digubris pihak perusahaan maka seluruh sopir yang ada di kawasan KEK akan datang kemabli dengan masa yang lebih banyak.” Kami tidak akan memalak, tapi mohon libatkan kami, jika tidak maka kami akan datang kembali dengan masa lebih banyak lagi,” tuntutnya.

Sementara perwakilan PT. Bunga Raya Lestari (BRL) ,  Arte menyampaikan dimana banyaknya dump truck warga sekitar disebutnya tidak layak pakai. Demikian juga kelengkapan surat-surat kendaraan yang menjadi kendala.

Katanya, bukan hanya proyek bypass Bundaran Songgong – Bundaran Triputri ini saja yang diminta pelibatan, masih banyak proyek lainnya yang dapat dilakukan dengan pengangkutan material juga. Adapun kendala berikutnya, kurangnya volume retase setiap kali angkutan dump truck dimiliki warga juga menjadi kendala.“Saya bahkan tidak bisa jamin 10 persen dapat diakomodir kalau begini kondisinya, silakan siapkan kuari yang layak pakai untuk diakomodir,” pesannya.

Ditambahkan dia, proyek lainnya juga dapat diikut sertakan warga sekitar yang memiliki dump truck yakni, LPA 28 ribu per ton yang diangkut dari Bilelando ke Mandalika, kemudian pengangkutan pasir dari Lombok Timur sampai Songgong tidak ada yang mau andil. Ditambah lagi dengan proyek baru yakni, drainase sepanjang bypass BIL-Mandalika dalam pengangkutan batu dan bahan lainnya.“Kalau ada yang layak maka silakan pada 1 Februari 2022 masuk dan bekerja.  Ya kalau tidak silakan saja,” jelasnya.

Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP Made Dimas, SIK saat memediasi kedua belah pihak meminta supaya persoalan ini diselsaikan dengan cara kekeluargaan. Supaya tidak ada hal – hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga dapat menghambat percepatan pembangunan itu. kemudian untuk hasil dari aksi tersebut pihaknya akan mengupayakan supaya tidak ada yang merasa dirugikan.’’ Mereka (Sopir) ingin dilibatkan dalam pembangunan, sehingga hasilnya nanti diharapkan muncul kesepakatan supaya kedua belah pihak sama-sama diuntungkan, sehingga tidak timbul atau terjadi kesalah pahaman yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas dalam pengerjaan peroyek jalan depan sirkuit,’’ pungkasnya.(DI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here