Logo Perusahaan yang Menempel di Jalan Bypass BIL-Mandalika Dianggap Polusi Visual – Ampenan Post

Pemodal Proyek Baypas BIL-Mandalika Tagih Pembayaran
Foto: Terlihat Seorang Pria Sedang Mendorong gerobak di jalan Bypass BIL-Mandalika BelumLama ini.(Ampenanpost.com/DI).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com Banyaknya gambar atau logo perusahaan yang menempel di sejumlah tempat setrategis, salah satunya di tulisan ‘’ WELCOME TO MANDALIKA’’, atau tepatnya di bundaran songgong, Dusun songgong, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok tengah (Loteng) saat ini mendapatkan perotes warga sekitar. Pasalnya, selain merusak keindahan tulisan yang membentang itu, gambar itu juga perlu untuk dipertanyakan izin pemasangannya.

Tidak hanya di bundaran itu saja. Bahkan ada yang terpasang di atas bukit jalan Bypass BIL-Mandalika itu. Terlihat, di bundaran itu terhitung sekitar 8 (Delapan), jenis logo yang tertempel erat disana. Sehingga jelas sekali sangat merusak pemandangan tulisan ucapan selamat datang itu.

Rate Wijaya, Salah satu tokoh pemuda Lombok tengah protes keras terhadap banyaknya logo yang terpasang di tulisan itu, selain merusak pemandangan yang ada disana Rate juga mempertanyakan izin pemasangannya seperti apa. Baginya, sesuatu yang terpasang di sebuah tempat setrategis itu sudah termasuk konten promosi. Maka dengan sendirinya harus mempunyai izin yang jelas.’’ Merusak sekali itu, kita perlu juga pertanyakan saat ini apakah mereka punya izin atau gimana?, masak promosi geratis mereka, jangan sampai ini hanya numpang saja,’’ Ungkap Rate saat ditemui wartawan, Senin (17/01/22) kemarin.

Tidak hanya itu, Rate juga menuding bahwa logo perusahan yang menempel itu sebagai polusi visual. Pasalnya, tulisan yang seharusnya sebagai ucapan selamat datang kepada tamu itu seolah ternodai dengan banyaknya gambar itu.’’ Ini polusi jenis baru, keindahan jalan itu dinodai dengan banyaknya gambar yang menempel disanan. Dan, sampai saat ini belum kita ketahui jelas prosudur pemasangannya seperti apa,’’ ujar Rate.

Lebih jauh, Pria yang berprofesi sebagai pelaku wisata itu juga mengatakan, kalau memang seluruh logo perusahaan yang terpasang itu mempunyai izin, maka Ia perlu pertanyakan jenisnya seperti apa, dan sampai kapan izinnya berlaku.’’ Apakah ada izin reklamenya, atau ada kerja sama khusus, atau hanya bonus sebagai pengerja jalan itu. Kalau seperti itu maka boleh dong nanti kontraktor yang lain juga memasang logo perusahaannya besok,’’ kata Rate.

Tidak disebutkan nama perusahaan yang tertempel itu, yang jelas jika anda melintas di jalan itu akan anda melihatnya dengan jelas.(DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here