Along Tegaskan Akan Tetap Membangun di Are Guling – Ampenan Post

Along Tegaskan Akan Tetap Membangun di Are Guling
Foto: Sugiharta alias Along saat ditemui wartawan belum lama ini.(Ampenanpost.com/DI).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com Polemik lahan area Pantai Are Guling, Dusun Are Guling, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), tak kunjung usai.
Tanah seluas 30 hektare (Ha) itu sampai saat ini belum ada kejelasan akan dijadikan apa. Bahkan, ada yang menilai jika pihak yang menguasai lahan itu saat ini hanya sebagai beroker saja, yang sedang menunggu pembeli lain dengan harga yang lebih tinggi.

Menanggapi hal itu, Saat ini pihak pengelola sedang mengurus segala bentuk syarat administrasi yang dibutuhkan untuk mensukseskan program yang hendak ia bangun tersebut. Menurutnya, master plan dari bangunan yang hendak dibangun di area pantai Are Guling itu sudah jadi sehingga hanya tinggal menyelesaikan permasalahan dengan masyarakat, dan melengkapi beberapa syarat lagi.” Kita akan bangun, gambarnya sudah ada tinggal kita kerjakan saja. Tapi kita terkendala dengan masyarakat yang masih mengaku belum dibayar ini,” Ungkap Sugiharta atau akrab disapa Along itu saat ditemui wartawan, Rabo (05/01/22) lalu.

Lebih lanjut, Along mengatakan kendala terbesar yang dialami pihaknya saat ini adalah dinamika di lapangan, pasalnya masih banyak masyarakat yang enggan untuk memberikan keleluasaan membangun. Bagi along, segala upaya Penyelsaian sudah ia lalui, mulai dari pembayaran chas, taliasih, serta upaya lainnya.” Dulu kita sudah bayar sama bapaknya, trus anaknya lagi minta, tapi kita tetap mengikuti kemauan mereka. Ini kendala kita saat ini,” katanya.

Kemudian terkait dengan tudingan bahwa ia hanya menjadi broker yang hendak menjual lahan ke pihak lain. Along dengan tegas menjawab bahwa pihaknya saat ini sudah menyiapkan tiga PT untuk mengeksekusi dalam pengerjaan dan Pengelolaan.” Bukan itu, kami sudah siapkan tiga PT, dan semuanya sudah punya NPWP semua. Jadi kita sudah siap kerja ini,” tegasnya.

Dengan hal itu, Along berharap kepada masyarakat untuk bisa berkompromi demi terwujudnya program pembangunan tersebut. Baginya, kalau pembangunan peroyek itu berjalan dengan lancar maka masyarakat juga akan lebih sejahtera. Sehingga ia meminta pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga lebih tegas dengan aturannya.” Mari kita berkompromi, nanti kan kalau sudah ada pembangunan ini masyarakat bisa berjaulan disana, jadi pengelola parkir, jadi kita harapkan mari kita sama sama mendukung,” harapnya.

Namun disisi lain, Untuk waktu pembangunan tersebut saat ini belum dapat ia pastikan. Pasalnya, dengan kondisi perekonomian yang sedang lesu akibat Covid-19 ini pihaknya tidak mau mengalami kerugian yang kedua kalinya seperti pengalamannya di Selong Belanak.” Kita belum dapat pastikan, tapi master plan kita sudah jadi, tau kan kindisi saat ini. Saya nggak mau seperti di selong belanak dua tahun disana sepi,” ujarnya.

Sementara, kepala Desa Tumpak Rosyadi dalam menanggapi yang disampaikan Along itu mengatakan, dari tahun 2017 lalu. Semenjak ia baru menjabat sebagai kepala Desa, Dia (Along), sudah menunjukkan gambar peroyeknya. Namun sampai hari ini tidak ada satupun bangunan yang sudah dikerjakan.” Oke master plan sudah jadi, tapi pengerjaannya kapan?, dari baru saya menjabat sudah bilang seperti itu,” kata Kades.

Menurut Kades, Masyarakat masih tinggal disana karena dari pihak Along tidak ada tanda – tanda untuk berniat membangun.” Masyarakat masih tinggal disana karena mereka tidak pernah membangun, masyarakat ini juga ngerti mereka, kalau sudah ada pembangunan dan aturan jelas maka mereka akan pergi,” tutup kades waktu itu.(DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here