Ratusan Pesepeda Meriahkan Sembalun KOM – Ampenan Post

Ratusan Pesepeda Meriahkan Sembalun KOM
Foto: Terlihat Seorang Atlit Tengah Dipasangkan Medali Oleh Salah Satu Drdare Lombok Timur. (Ampenanpost.com/DI)

Lombok Timur, Ampenanpost.com – Sembalun King Of Mountain (KOM), East road bike challenge 2021, sukses digelar. Setidaknya  peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mengikuti kompetisi tersebut.

Dari 100 atlit itu berasal dari pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Sumbawa, dan Lombok. Tak ketinggalan sejumlah atlit nasional maupun daerah tercatat mengikuti acara tersebut. Dan hendak bersaing memperebutkan gelar juara King dan Queen of Mountain.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat, H Andy Hadianto, menerangkan peserta yang mengikuti kompetisi itu harus menyusuri jalan raya sejauh 24,7 kilometer, dengan gain elevasi 1.234 meter.

Dengan rute start di Pantai Seran Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambalia dan berakhir di rest area Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.”Peserta melakukan flying start dengan formasi peloton,” kata pria yang karib disapa Andy ini, kepada awak media, minggu (19/12/21)

Dari mulai mengayuh sepeda peserta, imbuhnya, disuguhi keindahan laut, berbagai jenis pepohonan, serta hijaunya persawahan dengan total jarak, 8,4 kilometer.

Selain itu, tuturnya, segmentasi kegiatan itu ialah dimulai dari pertigaan jalan nasional Koko Putik, melewati perkebunan dikawasan Desa Bilok Petung, yang merupakan penghasil komuditas utama berupa kacang mente dan buah kelapa.

Selanjutnya, selanjutnya memasuki kawasan Desa Sajang. Di lokasi ini peserta disuguhi keindahan pedesaan dengan komuditas perkebunan berupa kakao, kopi, vanila dan buah lainnya, sejauh 15 kilometer.

Bagian akhir dari gelaran itu, bebernya, ialah memasuki Desa Sembalun dengan panorama gunung Rinjani yang menjulang mengelilingi wilayah tersebut. Setelah menusuri tanjakan, terangnya, peserta dapat melakukan cooling down, menyusur pelan seajuh 1,3 kilometer. “Memasuki areal lantai kaldera purba di rest area sembalun sekaligus menjadi finish,” katanya.

Dari kompetisi itu keluar sebagai king of mountain kategori overall putra, ialah podium satu diraih oleh, Hidayat Lukman Firdaus, waktu tempuh 54 menit 03 detik, podium dua ditempati oleh, Adhitia Alung Nugraha, dengan catatan jarak tempuh yang sama, dan ketiga ialah, Yan Bahtiar, waktu 54 menit dan 40 detik.

Kategori usia 14 sampai 19 tahun putra ditempati oleh, jauara, Shafwan Ghani Aslam, kedua, Muhammad Rayyan Fathullah, dan ketiga I Made Dafa Arya Nugraha.

Kelas putra usia 20-29 tahun, juara satu ditempati oleh Irwan Sanjaya, dua, Wisnu Hamdan, dan ketiga Agastia Feristiawan

Usia 30 sampai dengan 39 tahun, juara satu yakni Yohanes, dua, Muhamad Kadri,dan ketiga Sukriadi

Umur 40-49 tahun putra ditempati oleh pertama, I Made Karang, kedua, Dewa Made Astawa, serta yang ketiga, Ari Wahyudi.

Sedangkan usia 50 Tahun ke atas ditempati oleh Didiek Sabdoadi, A. A. KM. Punarbhawa A, dan terkahir, Heru Setiawan.

Queen of mountain kelas overall putri, podium satu ditempati oleh Qoriah Julilda Nur dengan waktu tempuh 1 jam 15 menit 55 detik, keuda, Catarina Budyono 1 jam 20 menit 49 detik, dan ketiga Mei Nie 1 jam 21 menit 07 detik. Sedangkan dalam ketegori usia, Kathleen Kimiko, Hilda Novianti, terakhir Vee Gusti.”Setelah Sembalun KOM, triathlon kita coba bikin di Sembalun, kalau ada enam kan dua bulan sekali event ini Sembalun ramai,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama dirinya mereview kegiatan yang diikutinya. Menurutnya, gelaran itu kren sebab masyarakat setempat ikut berpartisifasi mensukseskan gelaran itu.

Ada yang mengenakan pakian adat dan masing-masing membawa bendera merah putih. Hal itu disebutnya sangat luar biasa. Ia mengaku terharu melihat warga setempat memberikan semangat kepada peserta, kendati event itu disebutnya baru pertama kali digelar.” Saya sangat bangga melihat para siswa dan masyarakat berjejeran dipinggir jalan menebar sorak yang membuat acara semakin meriah,” ujarnya.

Menurutnya, track di lokasi itu paling sadis. Dirinya membadingkan dengan Bromo, Jatim, namun di daerah itu disebutnya hanya 40 kilometer lantaran itu ia menyebut jalur itu agak landai.” Ini sangat luar biasa treknya, yang mana tidak kita temukan di tempat lain,” lanjutnya.

Sedangkan track yang dilalui peserta Sembalun KOM, kata dia, jangan macam-macam. Sebab, 24 kilo dijalur itu serasa melalui 118 kilometer.”Ini menantang apalagi hujan, kalau ada yang menantang dari ini di Indonesia saya ikutin,” pungkasnya.(DI)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here