Ketua LSM LIDIK NTB Meminta FKD Loteng Dibubarkan – Ampenan Post

Ketua LSM LIDIK NTB Meminta FKD Loteng Dibubarkan
Ampenanpost.com/DI. Foto: Terlihat Sahabudin, Ketua LSM LIDIK NTB Sedang Berdialog Dengan Kasat Intel Polres Loteng, di Kantor DPMD Lombok Tengah, Rabo (8/12/21).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com-Ketua LSM LIDIK NTB meminta Forum Kepala Desa Lombok Tengah(FKD Loteng) untuk dibubarkan. Hal itu diutarakan sahabudin (Ketua LSM Lidik NTB), saat mengikuti aksi damai dari LSM GEMPAR NTB di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Lombok Tengah (Loteng), Rabo (8/12/21).

Menurut Sahabudin, langkah FKD yang membuat aksi tandingan dari LSM GEMPAR NTB ini sangat tidak mendidik, dan tidak etis dipertontonkan kepada publik.

Diketahui bahwa sebelumnya LSM GEMPAR NTB melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPMD Loteng, untuk meminta kepada kepala Dinas DPMD untuk mengambil sikap tegas untuk menjalankan putusan hakim di sidang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) mataram, dan surabaya beberapa waktu yang lalu. Yakni untuk menyabut SK Pemberhentian tiga kadus di desa tanak beak, kecamatan Batukeliang Utara, Lombok Tengah. Kemudian, LSM GEMPAR NTB meminta semua kadus yang telah memenangkan gugatan itu untuk di angkat kembali seperti apa yang dituangkan dalam surat putusan tersebut. Akan tetapi, aksi tandingan dari FKD Loteng pun tak dapak terhindari, sehingga hampir terjadi bentrok antara masa aksi dari LSM GEMPAR NTB, dan FKD Loteng.

Sahabudin menyebutkan, para kepala desa yang tergabung dalam FKD saat ini sedang menunjukkan sikap yang berlebihan dan sangat tidak etis. Kemudian, gerakan para kepala desa ini merupakan sebagai gambaran bahwa kepala desa ini tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Yang seolah-olah menjadi raja kecil di desanya. Sehingga, Sahabudin meminta kepada kepada Kapolres Lombok Tengah untuk menindak tegas gerakan dari para kepala desa itu.” Kapolres harus menindak tegas gerakan dari FKD ini, ini sangat tidak mendidik sekali,” Ucap Sahabudin.

Dikatakan Sahabudin, aksi yang dilakuian FKD dengan memakai fasilitas Negara (Kendaraan dinas), juga sebagai salah satu contoh penyalahgunakan kekuasaan (Abuse of Fowler).” Menyalahi aturan itu, dia memakai fasilitas negara untuk melakukan aksi,” terang Sahabudin.

Ditekankan Sahabudin, ketua FKD ini harus diperikasa aparat penegak hukum (APH), serta harus bertanggung jawab dalam hal ini. Bagi Sahabudin, Ketua FKD yang telah membuat keonaran, serta menjadi provokator dalam kejadian ini.” kalau tidak melakukan aksi tandingan mana mungkin akan terjadi seperti ini, ini akan menjadi pemecah belah ditengah-tengah masyarakat, ” tegasnya.

Sementara, Suasto Hadi Putra Armain, ketua FKD Lombok Tengah saat dikonfirmasi Ampenanpost.com via whatsapp mengatakan, LSM LIDIK NTB hanya menerima informasi sepihak, dan tidak utuh. Sehingga menurut Suasto, siapa saja boleh mengutarakan pendapatnya dimuka umum sesuai kapasitas, dan berada di posisi mana saja.”Inikan baru keterangan sepihak, tidak melihat substansi secara utuh. Artinya ada aksi (maka) timbul reaksi. Boleh saja berpendapat sesuai kapasitas dan (untuk) pihak mana seseorang bicara,” Kata Ketua FKD Loteng.

Ditekankan Suasto, Sebagai pemimpin, pihaknya tidak akan menutup-nutupi sebuah ketidak benaran apalagi mau memfitnah. Oleh karena itu, apa yang disampaikan sesuai dengan riil dengan apa yang ada sebenarnya.”Silahkan analisa dan cerna, apakah ini peradaban manusia yang dikatakan memiliki wawasan berfikir yang tinggi? Apalagi nota bene seorang aktivis,”tutup Suasto sembari mengirimkan hasil Screenshot sebuah percakapan oknum LSM tersebut.(DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here