dr. Muzakir Langkir Penuhi Panggilan Jaksa – Ampenan Post

dr. Muzakir Langkir Penuhi Panggilan Jaksa
Foto: dr. Muzakir Langkir, Direktur RSUD Praya saat ditemui wartawan di Halaman Kantor Kejaksaan tinggi Negri Praya, Selasa (21/12/21).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com Terkait dugaan kasus korupsi pada pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus berlanjut, hingga saat ini kasus tersebut sudah naik ketahap penyidikan.

Dimana sebelumnya, Direktur RSUD Muzakkir Langkir dipanggil kejaksaan beberapa waktu lalu, namun tidak dapat menghadiri panggilan tersebut. Sehingga hari ini (Selasa, 21/12/21) dirinya dengan didampingi kuasa hukumnya memenuhi panggilan jaksa.

Melalui kuasa hukumnya Lalu Anton Hariawan mengatakan bahwa, pemanggilan klien nya kali ini dalam rangka memberikan keterangan sebagai saksi terkait dengan kasus BLUD di RSUD praya.”Hanya diperiksa sebagai saksi saja, terkait sejauh mana keterlibatan dalam kasus itu,” Ucapnya saat ditemui wartawan di halaman kantor kejaksaan negri praya, Selasa, (21/12/21).

Pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar 4 jam, mulai dari pukul 09.00 sampai dengan 12.30, namun di skors karena masuk jam istirahat. Selain itu juga, lanjut Anton pihaknya akan kembali nanti sekitar pukul 02.30.”Nanti kita kembali lagi, kita juga mau ambil dokumen yang belum lengkap untuk diserahkan nanti ke pihak penyidik,” Jelasnya.

Sementara Kasi Intel Kejari Loteng Anak Agung Gede Agung Kusuma Putra menerangkan bahwa pemanggilan direktur RSUD dalam rangka sebagai saksi atas kasus tersebut. Namun terdapat data-data yang belum lengkap sehingga pihak kejaksaan meminta saksi untuk mengambil data untuk diserahkan ke penyidikan.”Sejauh ini, saksi sudah kooperatif dan baru tahap penyidikan tanya Jawab saja,” Tuturnya

Kemudian yang diperiksa hari ini (Selasa, red) hanya direktur RSUD saja, namun kalau secara keseluruhan sekitar 15 saksi yang sudah dipanggil oleh kejaksaan Negri Praya semenjak status penyidikan.”Kalau untuk dewan pengawas sendiri akan dipanggil nanti pada hari Kamis,” ujarnya.

Untuk diketahui, belum ada kepastian kapan akan turun hasil pemeriksaan kerugian yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sehingga sampai saat ini kerugian negara dalam kasus BLUD tersebut sekitar 900 Juta.(DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here