Air Laut Meluap, Warga Pesisir Pantai Selong Belanak Diungsikan

Air Laut Meluap, Warga Pesisir Pantai Selong Belanak Diunsikan
Dikirim. Foto: Sejumlah Warga Pesisir Pantai Selong Belanak Yang Hendak di Unsikan, Senin (6/12/21), dini hari.

Lombok Tengah,Ampenanpost.com- Hujan deras yang mengguyur pulau Lombok sejak minggu (5/12/21) kemarin, hingga Senin (6/12/21) pagi tadi. Mengakibatkan banjir dibeberapa titik. Salah satunya di Dusun Selong Belanak, Desa Selong Belanak, kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng).

Diketahui, banjir yang terjadi dari luapan air laut itu sejak pukul 02:00 dini hari, dengan tinggi sekitar setengah meter yang mengakibatkan 50 Rumah, dan 87 kepala keluarga (KK), di area pesisir pantai selong belanak. Terpaksa harus di unsikan sementara ke dataran yang lebih aman.

Kepala Desa Selong Belanak, Lalu Yahya saat dihubungi Ampenanpost.com via whatsapp membenarkan bahwa, saat ini sebagaian warga telah diunsikan ke rumah keluarganya yang berada di daerah yang lebih aman, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan air lebih tinggi ke area perumahan warga.” Iya benar sejak tadi malam kita sudah melakukan evakuasi warga ke rumah kuarganya,” Ungkap kades.

Kemudian kades menyampaikan, sejak tadi malam dirinya menghubungi Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lombok Tengah untuk meminta bantuan mengevakuasi warga yang terdampak. Namun BPBD saat itu sedang melakukan pencarian terhadap salah satu balita terbawa arus di desa pengenjek, kecamatan jonggat. Segingga hanya bisa pada pagi harinya.” Katanya masih melakukan evakuasi di jonggat, tapi tadi pagi dia (Pihak BPBD) datang mengecek situasi,” terangnya.

Sementara Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Ma’ruf mengatakan, Kita masih dalam kondisi normal, akan tetapi pihaknya sudah menurunkan Personil tim sar untuk membantu evakuasi terhadap warga yang terdampak.”kami sudah menurunkan tim untuk mengevakusi, akan tetapi dengan kondisi kekurang personil kami terpaksa harus membagikan dengan yang di pengenjek untuk membantu pencarian balita yang hanyut disungai itu,” kata Ridwan Ma’ruf saat ditemui Ampenanpost.com.

Walaupun begitu, Ridwan menjelaskan untuk kondisi daerah rawan bencana di Lombok Tengah seperti selong belanak saat ini masih terbilang normal, masih bisa diatasi jika dibandingkan dengan yang terjadi di beberapa titik di lombok Barat.”Paling tergenang sedikit, tapi tidak lama kemudian setelah itu nantinya akan surut,” ujar Ridwan.

Dengan seperti itu, Ridwan menegaskan, pihaknya sudah sejak awal menerbitkan surat edaram kepada seluruh kepala desa se lombok Tengah, untuk lebih peka dengan alam sekitar. Kemudian, Saat itu juga Ridwan mengakui bahwa pihaknya masih kekurangan personil. Oleh karenanya kedepan akan menambah personil untuk menutupi kekurangan tersebut.”Kami masih kurang tenaga saat ini, makanya pelayanan agak terhambat,” pungkasnya.(DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here