LSM JATI NTB Beberkan Buruknya Penyaluran BPNT di Lombok Tengah- Ampenan Post

LSM JATI NTB Beberkan Buruknya Penyaluran BPNT dan PKH di Loteng
Foto: Sejumlah Masa Aksi Yang dari LSM JATI NTB Tengah Adu Argumen Dengan Pihak Dinas Sosial Lombok Tengah di Depan Kantor Dinsos Loteng, Senin (29/11/21).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com- LSM JATI NTB melakukan aksi demonstrasi didepan Kantor Dinas Sosial ( Dinsos ) Lombok Tengah (Loteng), terkait dengan amburadulnya data penerima, penyaluran, serta stiker yang seharusnya dipasangkan di rumah para keluarga penerima manfaat (KPM), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun Program keluarga harapan (PKH), di Lombok Tengah. Senin (29/11/21).

Dalam orasinya, Ketua LSM JATI NTB Sadam Husen mengatakan, ada beberapa dugaan kesalahan yang dilakukan oleh oknum agen BRILink terkait penyaluran BPNT. Penyaluran BPNT diduga tidak sesuai dengan pedoman umum ( Pedum ) yang ada.”Kami menduga penyaluran BPNT ini tidak sesuai pedum. Agen hanya menyalurkan dua item bantuan saja seperti telur dan beras, sedangkan di pedum yang harus disalurkan itu minimal tiga item.Ini sudah menyalahi aturan dari Kementrian,” Ungkapnya.

Selain itu, ia menambahkan selain pengurangan item yang disalurkan, ada juga dugaan agen melakukan pengurangan jumlah beras yang disalurkan.”Kami menduga ada pengurangan jumlah yang disalurkan, salah satu contoh penyaluran beras yang seharusnya 10 Kg tapi kami menduga ada KPM yang mendapat sembilan Kg,” tegasnya.

Dilanjutkan, indikasi juga bahwa ada intimidasi dari oknum jika KPM melaporkan persoalan ini, maka akan dicabut dari daftar penerima bantuan.”Kami meminta supaya agen, TKSK dan suplayer diganti suplayer. Kepala seksi kepala bidang harus diganti karena tidak becus dalam bekerja,” jelasnya.

Ia menuturkan, bahwa ada juga agen yang mengakui bahwa pihaknya menyetor ke oknum di Dinas Sosial sebesar Rp. 5000 perKPM, yang mana jika tidak menyetor maka pihak agen tersebut diancam untuk dicabut izinnya sebagai penyalur bantuan.”Ada indikasi intimidasi juga, jika tidak menyetor maka bisa di nonaktifkan sebagai agen,” kata Husen.

Dilanjutkan, masa aksi Saidan mengagakan, satu kali penyaluran BPNT ini nominalnya sekitar Rp. 9 Milyar. Persoalan ini sudah disampaikan tahun 2020 lalu.”Jumlah bantuan BPNT yang diterima KPM sebesar Rp.200.000 perorang dikali 4000 orang, maka pencairannya sebesar Rp. 9 milyar anggaran yang dihabiskan perbulan,” kata Saidan.

belum soal temuan stiker di beberapa desa, sementara dinas sosial sudah meyakinkan bahwa stiker itu sudah terpasang 100% melalui media, akan tetapi pemasangan stiker itu sampai hari ini belum terpasang di beberapa desa.”ini artinya pembodohan publik yang di lakukan oleh oknum dinas sosial Kabupaten Lombok Tengah,” sebut Saidan.

Menanggapi masa aksi, Kepala Dinas Sosial ( Kadisos) Mulyardi Yunus mengatakan, terkait persoalan ini pihaknya sudah bersurat kepada BRI untuk agen yang tidak memiliki e warung untuk dihapus programnya.”Kami sudah bersurat kepada BRI untuk menghapus program bagi agen yang tidak melaksanakan aturan penyaluran seperti yang tertuang di Pedum. Seharusnya agen ini menyalurkan bantuan dari unsur karbihodrat, Hewani, Vitamin dan Mineral,” ucap kadis.

Dilanjutkan, agen BRILink yang tidak melaksanakan sesuai dengan pedum ini sudah  dievaluasi oleh tim dan tim baru dikunjungi sekitar 200 agen.”Dari 200 agen yang evaluasi ini, kami sudah mengusulkan kepada BRI untuk menghapus 43 agen yang tidak sesuai dengan ketentuan,” lanjutnya.

Pihaknya juga menegaskan, jika BRI tidak mengindahkan apa yang Dinas usulkan untuk menghapus 43 agen tersebut maka penyaluran akan pindah BANK.”Apabila BRI tidak mengindahkan, maka kami akan ke Jakarta untuk pindah BANK. Ini pernyataan sahih saya,” ancamnya.

Ia juga membantah apa yang menjadi didugakan oleh LSM Jati, bahwa ada setoran dari agen BRILink yang diberikan kepada Dinas itu tidak benar.”Tidak ada setoran dari agen yang diberikan kepada Dinas. Kalau misalkan ada pasti saya sudah kaya. Dan terkait tuntutan untuk memecat Kasi dan Kabid, saya tidak punya hak, itu haknya Bupati,” pungkas Yunus.(DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here