Data Penerima MCK di Lombok Tengah Masih Tumpang Tindih – Ampenan Post

Data Penerima MCK di Lombok Tengah Masih Tumpang Tindih
Ampenanpost.com/DI Foto; Amaq Muridah (70) Salah satu warga Dusun Gunung jae, Desa Aik Berik, Batukeliang Utara, Lombok Tengah yang tengah berwudhu di sebuah saluran air irigari berpager kain semen, senin (22/11/21).

Lombok Tengah, Ampenanpost.com– Program bantuan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), untuk keluarga Stunting yang di salurkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), masih tumpang tindih. Hal itu dilakukan untuk pengatasan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. Namun sayang, pendataan yang tidak akurat, sehingga masih ada warga yang memenuhi syarat namun tidak mendapatkannya.

Dikeluhkan oleh Amaq Muridah (70) Salah satu warga Dusun Gunung jae, Desa Aik Berik, Batukeliang Utara, Lombok Tengah. Amaq Muridah yang juga penyandang stunting (kurang tinggi) seluruh keluarganya itu mengatakan, dirinya tidak pernah sama sekali didata sebagai penerima program tersebut. Bahkan parahnya, kondisi rumah yang ditempati saat ini tidak memiliki Kamar Mandi. Namun luput dari program tersebut.” Saya tidak pernah didata oleh kadus (kepala Dusun),” ungkapnya kepada wartawan di kediamannya, senin (22/11/21).

Amaq Muridah menyebutkan, dirinya tinggal di satu atap dengan jumlah delapan penghuni dalam satu rumah tersebut. Tidak menerima bantuan MCK. Padahal, dirinya sangat berharap dengan adanya program MCK dari pemerintah tersebut, dirinya bisa memiliki kamar mandi.” Kita ambil air wudhu disini, mandi disini (Saluran irigasi yang bertebeng kain semen red),” ucap Amaq Muridah.

Senada juga disebutkan oleh Mukminah warga Dusun Gunung Jae juga mengatakan, dirinya sangat berharap bisa mendapatkan program tersebut. Bahkan Mukminah menyebutkan, ketika hendak buang air besar (BAB) atau mandi, dirnya serta delapan keluarganya harus pergi ke Irigasi yang ada di belakang rumahnya.” Kita disini sebanyak delapan orang, yang kalau mandi BAB harus ke telabah (Irigasi red) itu,” ucapnya sembari menunjukkan Irigasi di belakang rumahnya.

Sementara, kelompok swedaya masyarakat (KSM) Desa Aik Berik saat dikonfirmasi melalui WhatsApp enggan memberikan komentar terkait permasalahan ini hingga berita ini dimuat.(DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here