Beasiswa Pemprov NTB, Program Investasi Pendidikan yang Gagal dan Tidak Berkeadilan – Ampenan Post

Beasiswa Pemprov NTB, Program Investasi Pendidikan yang Gagal dan Tidak Berkeadilan
Dikirim Foto: Dokumentasi Pribadi (ISMAIL, S.Pd, Pemerhati Sosial dan Insan Pendidikan Lombok Tengah).

Oleh: ISMAIL, S.Pd, Pemerhati Sosial dan Insan Pendidikan Lombok Tengah.

Menanggapi pernyataan Gubernur NTB, Dr. Zukiflimansyah, M.Sc tentang program beasiswa NTB yang sudah mencapai 2000 orang penerima beasiswa pedidikan, yang mana dari penyataan tersebut saya menduga Gubernur NTB telah melakukan pelanggaran dan diskriminasi terhadap pendidikan khususnya di masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Karena Tidak sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, pada pasal 11, ayat (1) tentang Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap waga Negara tanpa diskriminasi.

Kami selaku pemerhati sosial dan insan pendidikan Lombok Tengah melihat, dan menganalisa terkait dengan beberapa program pemerintah Nusa Tenggara Barat kususnya program beasiswa provinsi ntb yang sangat jauh dari harapan dan peningkatan.

“Dikarenakan belum maksimal menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat nusa tenggara barat yang masih banyak yang layak dan berhak menerima manfaat dari program beasiswa provinsi tersebut dan tidak nyampai ke bawah hanya berefek pada siapa yang dikehendaki”

Dan kami melihat program beasiswa provinsi ini tidak begitu jelas Karena tidak ada informasi jelas keterkaitan keriteria siapa-siapa yang berhak menerima  bantuan program beasiswa provinsi tersebut.

Sehingga kami menduga ada yang tidak beres dalam penerimaan dan pemberian beasiswa yang telah dijalankan dan yang sedang direncanakan oleh pemeintah provinsi NTB, karena jangan sampai program beasiswa dari uang rakyat ini tidak  tepat sasaran dan hanya dinikmati leh segelintir orang dan elit-elit dalam pemerintahan.

Maka, kami sebagai masyarakat bersama mahasiswa yang ada di Kabupaten Lombok Tengah akan menanyakan lansung masalah ini kepada pemerintah daerah provinsi nusa tenggara barat apakah sudah sesuai dengan juklat dan juknis serta ketetuan dan prosedur dalam pemberian beasisawa tersebut, karena kami melihat ada pemberian beasiswa ini tidak tepat sasaran Karena ada beberapa mahasiswa penerima beasiswa dari pemprov Nusa Tenggara Barat ini sebagaian adalah mahasiswa penerima beasiswa yang sedang bekerja di beberapa dinas yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Oleh sebab itu pemerintah daerah juga telah megabaikan UU Nomor 14 Tahun 2008, tentang keterbukaan informasi pubik karena UU tersebut  sudah jelas menjamin hak warga Negara untuk mengetahui rencana dan pembuatan kebijakan publik”

Kemudian melalui pernyataan Biro Kesra Pemerintah Povinsi NTB, di tahun 2022 akan dialokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp 46 miliyar, jumlah anggaran dan uang rakyat yang tidak sedikit untuk beasiswa tersebut, oleh sebab itu kami akan mengawal terus anggaran untuk beasiswa ini supaya tepat sasaran.

Sementara hasil seleksi pada bulan april dan mei 2021 mencapai 3000 pendaftar tidak jelas seperti apa juklat dan juknisnya sehingga kami perhatikan ada masyarakat  yang pantas mendapatkan malah tidak mendapatkan  dari program beasiswa Pemeritah Provinsi  NTB ini.

“kami mengajak gubernur NTB untuk melihat dan mendiskusikan masalah beasiswa tersebut bersama mahasiswa yang ada dikabupaten Lombok tengah agar bapak gubernur bisa mendapatkan informasi dan keadaan masyarakat yang benar- benar layak dan membutuhkan sehingga program beasiswa dari pemprov NTB tidak salah sasaran dan hanya sebagai pemanis program NTB Gemilang”

Maka segera bapak Gubernur NTB dengan cepat mengkaji ulang terkait Kebijakannya untuk pemberian beasiswa Mahasiswa ke luar negeri dan dalam negeri agar melihat dan mempertimbangkan azas yang berkeadilan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here