Tegang! Pemuda Desa Kawo Tolak Pelantikan Kadus – Ampenan Post

Tegang! Pemuda Desa Kawo Tolak Pelantikan Kadus
Ampenanpost.com/E011. Ketegangan Saat Pelantikan Kadus di Desa Kawo. Selasa (26/10/21).

Lombok-Tengah, Ampenanpost.com. Aliansi Pemua Desa Kawo menolak keras Proses pelantikan 3 (Tiga) Kepala Dusun (Kadus), yakni Jayadi sebagai kadus Batu bangkai , Akhmad Adrian Kadus Taman Bumigora, dan Abdul Kadir kadus Sarang Angin, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Pasalnya dinilai cacat prosodur oleh masyarakat setempat. Selasa (26/10/21).

Dari tiga kepala dusun yang dilantik oleh kepala desa pada hari itu, satu diantaranya sangat patal kecacatannya menurut masyarakat. Yakni Kadus Sarang Angin yang hanya baru tiga tahun berada di dusun tersebut.

Sebelum dilakukannya pelantikan, perwakilan pemuda beberapa kali mencoba untuk mengangkat tangannya sembari mengucapkan kata “Interupsi” untuk meminta penjelasan kades terkait pelantikan itu, namun pihak desa tetap saja kekeh memangil satu persatu kadus yang dilantik, serta memberikan SK. Susana semakin memanas, aliansi pemuda garam atas tindakan yang dilakukan Pemdes yang seolah-olah tidak memperhatikan pendapat dari pemuda, sehingga ricuhpun tak dapat dihindari, pihak aliansi pemuda desa kawo dengan tegas menolak pelantikan kadus itu. Sehingga, dengan suasana yang ricuhnya, pelantikan itu. Pengambilan sumpah jambatanpun tak sempat dilaksanakan.

Dayat, salah satu pemuda desa kawo mengatakan, hal itu bukan hanya cacat prosodur. Melainkan, kepala desa sejak awal tidak ada keterbukaannya, yang seharusnya sebagai pemimpin, yang menjadi pendengar dan pelayan masyarakat.” Sejak awal pemdes sudah tidak transfaran dalam hal ini, semua saran serta masukan masyarakat sama sekali tidak didengar,” Ucapnya.

Disebutkan juga bahwa, Masyarakat sejak awal tidak sepakat dengan aturan yang dikeluarkan oleh pihak desa, yang mana beberapa waktu yang pemdes turun Sosialisasi untuk memberitahukan bahwa akan ada turun Panitia Seleksi (Pansel) pengangkatan kadus ini, akan tetapi masyarakat meminta supaya dilakukan pemilihan.” kami sebagai masyarakat sejak awal tidak sepakat dengan sikap kades ini, akan tetapi semua itu tidak diindahkan oleh kades,” Ungkapnya.

Bagi Dayat, pihaknya tidak pernah mempermasalhakan siapa saja yang dilantik, akan tetapi baginya akan lebih baik jika kepala desa mengambil jalan musyawarah dan mufakat terlebih dahulu dengan masyarakat sebelum mengangkat prangkat desanya. Kemudian Dayat mengakui bahwa, penerintah desa pernah melakukan Sosialisasi pada bulan Juni lalu, namun setelah itu tidak ada kabar lagi.” Pihak desa pernah Sosialisasi, tapi dulu selsai lebaran, kok tiba-tiba sekarang sudah pelantikan. Kan aneh ini namanya,” Sebut Dayat.

Sementara, Tandar, Kepala Desa (Kades) Kawo menyampaikan, seluruh aturan pengangkatan sampai pelantikan kadus itu sudah memenuhi syarat dan tidak menyalahi aturan. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk ditolak, Baginya terkait penolakan masyarakat itu sudah hal yang bisa-biasa saja dan sangat wajar. Akan tetapi langkah itu merupakan salah satu yang terbaik untuk masyarakat.” Untuk penolakannya itu sudah wajar, perbedaan pendapat di tengah-tengah masyarakat itu biasa saja. Tapi itulah yang terbaik bagi masyarakat,” Kata Kades.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here