Petani Bawang Merah Kesulitan Dapat Pasar, KTI Minta Kades Kateng Tanggung Jawab.

Petani Bawang Merah Kesulitan Dapat Pasar, KTI Minta Kades Kateng Tanggung Jawab.
Ampenanpost.com/E011. Lalu Habibi (Ketua KTI Desa Kateng).

Ampenanpost. Berhasil dalam penanaman, namun gagal dalam pemasaran. Itulah mungkin yang dialami oleh Petani bawang Merah di Desa kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng). Pasalnya, sampai hari ini pemerintah Desa (Pemdes) Kateng belum mampu memberikan pasar kepada para petani bawang merah itu.

Diketahui bahwa, Desa Kateng memang saat ini sudah terkanal sebagai penghasil bawang merah yang berkualitas tinggi. Bahkan sudah mendapatkan pengakuan oleh pihak Kementrian Pertanian sendiri. Namun hal itu tidak penting jika pemerintah desa tidak mampu memberiakan pasar kepada para petani saat pasca panennya.

Ketua KTI Desa kateng, Lalu Habibi mengatakan, dalam kondisi saat ini. Seharusnya pihak pemerintah desa menggunakan otoritasnya yang sebagai Komisaris di Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai media ritel pemasaran untuk mengakomodir hasil panen bawang merah milik para petani tersebut.” Seharusnya Pihak desa buka mata dalam melihat peluang ini,” Ungkap Pria yang disapa Habibi itu saat ditemui Ampenanpost.com. Sabtu (10/10/21).

Kemudian, Mantan Ketua Umum HMI Loteng itu juga Meminta tanggung jawab pemerintah desa dalam program pemberdayaannya. Menurutnya, Jangan sampai para petani hanya didorong untuk menanam saja, namun setelah panen pemdes lepas tanggung jawab.” Percuma pemdes mengadakan panen raya yang di hadiri ketua PKK NTB (Istri Gubernur NTB red), namun pemasaran petani kita masih disulitkan. Ini salah satu bentuk kades malas berpikir, yang dikejar hanya agitasi dan profil desa saja,” Tegas Habibi.

Habibi menambahakn, Bumdes itu bukan hanya menjadi penjual obat-obatan atau hanya penyuplai kepada masyarakat. Namun juga harus mampu menyerap hasil panen para petani. Menurutnya Ini merupakan peluang besar bagi Bumdes desa kateng.”jika tidak secepatnya ini maka penanaman bawang di desa kateng tidak akan berjalan lama,” Ujar Habibi.

Sementara kepala Desa kateng Lalu Syarifuddin saat dihubungi Ampenanpost.com via whatsapp enggan untuk berkomentar banyak, kades hanya mengatakan, untuk pembeli sudah banyak yang masuk di desa kateng. Namun, petani belum mau menjual hasil panennya dengan harga yang minim. Sehingga kades memberikan solusi kepada petani lebih baik menjual saja walaupun harganya tidak besar.” Pembeli sudah banyak yang masuk, cuma petani mau harga tinggi, dijual saja,” Sebut Kades Singkat.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here