Pemda Loteng Dinilai Tak Pandai Tangkap Peluang di WSBK – Ampenan Post

Pemda Loteng Dinilai Tak Pandai Tangkap Peluang di WSBK
Ampenanpost.com/E011. Foto: Jaelani tengah memegang predikat penghargaan yang dia terima dari menteri perindustrian pada tahun 2017 lalu.

Lombok-tengah, Ampenanpost.com. Sekitar 270 jumlah pengrajin perak dan mutiara di Desa ungga, kecamatan praya barat daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), belum ada kepastian terakomodir atau tidaknya oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dalam penyelenggaraan event World Supebike (WSBK) November mendatang, Hal itu diduga karena masih minimnya komonukasi yang dibangun oleh pihak Pemda Loteng dengan MGPA.

Diketahui, Perak dan Mutiara hasil dari pengerajin di desa Ungga ini merupakan salah satu dari tujuh kerajinan unggulan yang dimiliki oleh Lombok Tengah. Namun sayang, peluang untuk memasarkan hasil kerajinannya hingga hari ini belum ada kejelasannya.

Salah satu Pengerajin Perak Asal Dusun Ampel Lolat, Desa ungga mengaku bahwa dirinya sudah dua kali mengirimkan Sample Perak yang hendak dijadikan souvenir dalam ajang bergengsi Yakni WSBK nanti. Bahkan, biayanya yang dikeluakan untuk mengirim sample itu tidaklah kecil, melainkan berkisaran Jutaan rupiah.” Untuk mengirim sample yang dua kali waktu itu kita habiskan biaya sebesar jutaan rupiah. Yang pertama sekitar 4 juta, dan yang kedua sebesar itu juga,” Sebut Jaelani kepada Ampenanpost, kamis (21/10/21) kemarin.

Dikatakan juga oleh Jaelani, walaupun tanggapan yang ia terima dari MGPA memang sangat Positif, namun untuk kepastian realnya belum ada sampai hari ini.” Kepastian untuk mendapatkan stand (Lapak) di sana sampai hari ini belum ada ini,” Ucap Jaelani.

Sehingga, Jaelani berharap kepada Pihak pemerintah Kabupaten lombok tengah untuk bisa mendapatkan fasilitas di Kek Mandalika nanti.” Kami berharap untuk mendapatkan tenda pada ajang tersebut,” tegasnya.

Sementara, Suasto Hadiputro Armin, SH. Kepala Desa Ungga saat ditemui Ampenanpost mengatakan, dari 270 jumlah pengerajin di desa ungga saat ini menaruh harapan besar kepada Pemda untuk memberikan akses berjualan di Sirkuit Mandalika. Menurut kades, peluang ini merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan hasil kerajinan masyarakat lombok Tengah kepada dunia.” Saya sebagai kepala desa berharap kepada Pemda untuk memberikan akses kepada masyarakat kami didesa ungga ini, suapaya bisa memamerkan kerajinan mereka di sana (Kek Mandalika),” Kata Ketua Forum Kepala Desa Lombok Tengah itu.(E011).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here