Kado HUT Loteng, FORMULA Desak Pemda Rancang Perda Perlindungan Pekerja Lokal.

Kado HUT Loteng, FORMULA Desak Pemda Rancang Perda Perlindungan Pekerja Lokal.
Ampenanpost.com/E011. Foto: Sejumlah Masa Aksi dari Forum Silaturahim Mahasiswa Pemuda Lombok Tengah (FORMULA), Jum'at (15/10/21).

Ampenanpost. Sejumlah masa aksi dari Forum Silaturahim Mahasiswa Pemuda Lombok Tengah (FORMULA), mendatangi kantor Bupati Setempat untuk memberikan kado spesial pada Hari Ulang Tahun (HUT) Lombok Tengah (Loteng) yang ke-76. Jum’at (15/10/21).

Kado tersebut berupa sebuah catatan penting yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah Lombok Tengah. Salah satu yang dituntut oleh FORMULA pada Bidang Lapangan kerja, yakni Perlindungan tenaga kerja Lokal.

Diakui memang, Saat ini Pemerintah daerah Loteng masih belum mampu secara maksimal memberikan ruang lapangan kerja bagi masyarakat kabupaten Lombok tengah terkhusus bagi pemuda yang saat ini banyak menjadi pengangguran akibat pandemic.” Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus mampu memberikan solusi terkait persoalan ini,” Ucap Radian Hasan Pada orasinya.

Radian Hasan yang meminpin aksi itu Juga membeberkan apa yang ia temukan dilapangan, Berdasarkan data serta informasi yang mereka himpun pada beberapa waktu lalu, terkait rapat kerja Dinas terkait dengan DPRD Loteng, yang mana pada saat itu, pihak dinas terkait menyampaikan bahwa dalam RPJMD Kabupaten Lombok tengah angka pengangguran yang mampu dikurangi sama sekali tidak ada (Nihil).” Itu artinya pemerintah daerah harus segera mencari solusi dalam permasalahan ini,”Bebernya.

Sedangkan lanjut Radian, angka tenaga kerja muda tiap tahunnya semakin meningkat, baik lulusan SMK/SMA Sederajat maupun Sarjana.”Maka kami menuntut Pemerintah benar-benar serius dan harus mampu memberikan terobosan-terobosan dalam upaya penciptaan lapangan kerja yang lebih luas di kabupaten Lombok Tengah,” Sebutnya.

Pada saat itu juga, FORMULA mendesak pemerintah Daerah untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan tenaga kerja lokal. Menurutnya, hal itu sangatlah penting dilakukan untuk melindungi tenaga kerja lokal Lombok Tengah, agar pihak perusahaan tidak semena-mena dalam bersikap terhadap tenaga kerja lokal.”tenaga kerja kita harus diutamakan, serta harus dijamin keamanannya, supaya pihak perusahaan tidak seenaknya saja terhadap pekerja kita,” Ujarnya.

Adapun Yang sebagai tuntutannya pada saat itu, yakni pada bidang Kepemudaan dan Olahraga, Pertanian, Pendidikan, serta meminta kepada pemerintah daerah untuk memperbarui data penerima bantuan sosial (Bansos).

Sedangkan, Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, yang menemui masa aksi saat itu mengucapkan, rasa apresiasi atas masukan serta saran dari para Pemuda dan Mahasiswa itu. Menurut Sekda, hal itu penting sebagai evaluasinya untuk kesejahtraan masyarakat Loteng secara Khusus.” Saya akan sampaikan nanti kepada pak Bupati (Lalu Pathul Bahri red) supaya itu sebagai bahan kajian kita bersama,” Terang Sekda.(E011).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here