Hilirisasi Hasil Penelitian Perlu Dioptimalkan di Perguruan Tinggi

Hilirisasi Hasil Penelitian Perlu Dioptimalkan di Perguruan Tinggi

AmpenanPost. Hilirisasi hasil penelitian dari Perguruan Tinggi perlu dioptimalkan. Hal ini mengemuka dalam webinar bidang Sosial Humaniora (Soshum), Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Agusdin, SE., M.B.A., D.B.A., membuka Webinar Saintek sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis ke-59 Unram. Webinar melalui aplikasi zoom, Sabtu, 18 September 2021 ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dari Universitas Gadjah Mada; Dr. Roza Yusiandayani, S.Pi., dari Institut Pertanian Bogor; dan, Prof. Dr. I Made Sudhantha, M.S., dari Universitas Mataram. Dimoderatori oleh Dr.rer.nat. Lalu Rudyat Telly Savalas, M.Si.

Prof. Kuwat Triyana selalu narasumber pertama menyampaikan materi berbagi pengalaman hilirisasi produk hasil penelitian. Ia menceritakan mengenai bidang-bidang penelitian, jejak perjalanan riset GeNose C19, Konsep ABG dalam lembah kematian, pengalaman hilirisasi GeNose C19, dan rencana hilirisasi produk lainnya.

Narasumber kedua, Roza Yusiandayani membahas tentang Rumpon Portable, solusi nelayan untuk masa kini dan masa mendatang. Pembahasannya berkaitan dengan rumpon portable, riwayat penelitian, dan hilirisasi inovasi.

Narasumber ketiga webinar Saintek, Prof. I Made Sudhantha membahas tentang status terkini produksi dan riset bawang merah unggul di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Provinsi NTB merupakan salah satu penyangga produksi bawang merah di Indonesia, nomor 3 di Indonesia, dengan kontribusi 32 persen dari produk nasional,” ungkapnya. .

Pada tahun 2016, NTB ditetapkan sebagai daerah andalan penyediaan bawang merah nasional terutama di Bima dan Sumbawa untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Ia menyampaikan, produksi bibit bawang merah berkualitas dan bersertifikat perlu ditingkatkan di NTB.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here