Atlet Futsal Loteng Beserta Manager Tuntut Kepastian Uang Pelatda.

Atlet Futsal Loteng Beserta Manager Tuntut Kepastian Uang Pelatda.
Ampenanpost.com/E011. Foto: Manager Tim Futsal PON NTB dr. Sutama saat Berada di Papua belum lama ini.

Ampenanpost. Kedatangan Manager futsal Lombok tengah dr. Sutama ke kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah (Loteng) berserta tiga orang atlet futsal tadi pagi menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, ketiga atlet futsal tersebut, beberapa waktu yang lalu pernah ikut melakukan aksi menuntut uang pembinaan yang belum dibayarkan oleh KONI Loteng.

Manager Tim Futsal PON NTB dr. Sutama menjelaskan bahwa, pihaknya sudah melakukan silaturahmi dengan ketua KONI (M. Samsul Qomar), untuk membahas kepastian kapan dana pelatda Para atlet itu turun. Selain itu juga, pihaknya menanyakan kepastian masalah tunggakan uang pembinaan atlet PON khususnya cabang Futsal untuk kapan akan dicairkan.“Kami hanya meminta untuk uang Pelatda tersebut segera diberikan kepada atlet yang berhak menerima nya,” Ucapnya saat dikonfirmasi melalui via WA pada Senin malam (11/10/21).

Menurut dr.Sutama, Ketua KONI M. Samsul Qomar menjanjikan untuk memberikan uang pembinaan atlet PON tersebut setelah semua atlet kembali dari PON Papua. Dalam satu sisi, Sutama juga mengapresiasi gerakan dari penggiat olahraga yang ada di Lombok Tengah yang telah memperjuangkan hak atlet yang belum terrealisasikan.” Saya sangat mengapresiasi gerakan teman-teman penggiat olahraga itu, itu merupakan salah satu dukungan bagi kami,” Ucapnya.

Pria 46 tahun itu juga menegaskan, akan tetap mengkawal janji ketua KONI tersebut, sampai bisa terealisasi. Dia (dr. Sutama) juga berharap dengan dinamika yang terjadi di Lombok Tengah saat ini, bisa dijandikan sebagai momentum untuk membangkitkan prestasi olahraga di Lombok Tengah.”Mari bersama sama bersinergi untuk kemajuan olah raga khususnya di Lombok Tengah,” Sebutnya.

Sementara saat terpisah, Ketua KONI Loteng M. Samsul Qomar mengatakan bahwa, pihaknya tidak ada kewajiban terkait uang pelatda. Dimana, sejak mereka menjadi atlet PON semuanya sudah menjadi tanggungjawab Provinsi dan bukan lagi Kabupaten/Kota.“Kita hanya sifatnya memberikan dukungan partisipatif, harus di luruskan tidak ada kewajiban hanya dukungan atau sumbangan,” Terangnya.

Kemudian, mengenai dengan dukungan tersebut tidak semua dalam bentuk uang atau materi, suport moral dan publikasi serta lainnya selama berkaitan dengan PON itu semua dukungan, termasuk do’a dari masyarakat juga dukungan. Selain itu, terdapat penambahan jumlah atlit asal Loteng yang main di PON Papua dari 9 atlet menjadi 14 atlet, tentu semua memiliki hak yang sama. Begitu juga dengan atlet tersebut, jika semua memberikan sumbangan ya kita juga harus perhatikan mereka“Untul soal jumlah nanti kita kalkulasikan sisa anggaran yang ada, kita pasti sumbang atlit berprestasi tapi sesuai kemampuan keuangan KONI yang di berikan pemerintah. Kami berencana memang memberikan penghormatan kepada para atlit Loteng, namun masih koordinasi sama Pemda karena kita juga dorong Pak Bupati memberikan bonus kepada atlit peraih medali,” Pintanya.

Selain itu juga pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Koni Provinsi apakah Pak Gubernur akan membuat acara yang sama atau seperti apa nanti kita akan koordinasi, tapi rencana kita memang di Loteng juga ada acara tersebut.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here