Sekda Loteng Dinilai Tidak Tau Akar Masalah Lapangan Sengkol.

Sekda Loteng Dinilai Tidak Tau Akar Masalah Lapangan Sengkol.
Lalu Firman Wijaya, Sekda Loteng (Kanan). Sedes Sengkol, Nursam (Kiri). Ampenanpost.com

Ampenanpost. Sekertaris Desa (Sekdes) sengkol Menanggapi pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), dikutip oleh Ampenanpost.com dari salah satu media online Lalu Firman Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan pengganti lapangan sepak bola masyarakat Sengkol, Kecamatan Pujut. Hanya saja masyarakat setempat, tidak setuju lokasi yang disediakan pemerintah dengan keinginan masyarakat.“Janji Pemkab untuk lahan pengganti lapangan bola tersebut sudah kami siapkan,” ucap Firman Wijaya, dalam media itu.

Oleh karenanya, Nursam selaku pemerintah desa sengkol mengatakan, seharusnya sekda (Lalu Firman Wijaya) berhati-hati untuk berbicara, jangan asal berbicara. Pasalnya sekda dalam hal ini belum tahu mana lahan yang ditolak dan mana lahan yang diterima.”Kami tidak menolak, akan tetapi, kita menagih janji yang telah disepakati bersama pada saat itu, dimana lapangan pengganti akan disiapkan di Dusun Piang, Desa Sengkol. Masak janjinya disini, kok pindah ke Desa Teruwai kan nggak masuk akal ini,”Tegas Nursam.

Disampaiakn juga, Tidak ada masyarakat desa sengkol yang mau bikin kegaduhan, ini semata-mata murni untuk menuntut hak masyarakat itu sendiri. Diketahui, dalam surat Pemkab setempat pernah mengeluarkan surat yang ditujukan pada Kepala Desa Sengkol yang ditanda tangani oleh mantan Sekda H. M Nursiah bernomor 20.029/382/BPKAD tertanggal 24 Juli 2020, pengganti lahan itu dianggarkan dalam APBD Perubahan 2020.”saya sebagai pemerintah desa memasang badan dalam pembangunan Rumah sakit ini, karena pada saat itu lapangan pengganti sudah disiapkan melalui dana APBD perubahan,”Paparnya.

Kemudian, Pria yang akrab disapa Amaq Zola itu mengungkapkan, saat ini ia sudah tidak dipercayai lagi oleh masyarakatnya khususnya bagi kalangan pemuda, bagaimana tidak. Pada saat itu, pihaknya terpancing dengan janji manis pemerintah Daerah yang seolah-olah lapangan pengganti sudah didepan mata.”saya yang malu saat ini, kalok seperti ini otomatis saya juga ikut berbohong sama masyarakat, mereka (Pemda) mengajak kita berugung Betundun (Bohong Beruntun dalam bahasa sasak) kalok seperti ini,”Tukasnya.

Oleh sebab itu lanjut Amaq Zola, ia sebagai pemerintah desa sengkol serta sebagai pelayan warga desa sengkol berharap supaya pemerintah Daerah secepatnya untuk mengganti lapangan tersebut, tentu harus sesuai seperti surat yang pernah dikeluarkan pemda pada saat itu.

Kenungkinan Pemerintah Desa Sengkol akan Meminta kepada kejaksaan Tinggi Negri Praya untuk mengkaji Keabsahan surat yang dikeluarkan oleh Pemda loteng saat itu. Sebagaimana yang ditanda tangani oleh Sekda Lombok Tengah yang saat ini sebagai wakil Bupati.”Karena kami sebagai pemerintah desa ini sangat berhati-hati mengeluarkan surat, jangan sampai surat tersebut dijadikan sebagai alat membohongi masyarakat,”pungkasnya.

Sedangkan Ketua Karang Taruna Desa Sengkola Mavi Adiek Garlosa Mengatakan, pihaknya masih menunggu kejelasan dari hasil Appraisal yang sudah disepakati waktu aksi pada hari senin (30/8/21) lalu. Dalam kesepakatan waktu aksi itu, pihak pemerintah diberikan waktu 3 minggu untuk menyiapkan lapangan pengganti, namun jika dalam kurun waktu yang sudah disepakati belum jua realisasi. Maka seluruh masyarakat Desa Sengkol akan menyegel Rumah Sakit International Mandalika itu.”kita tunggu dulu, tapi kalau H-3 dari waktu yang kita sepakati waktu itu belum ada info. Maka kami akan bersurat kepada direktur Rumah sakit agar segera mengosongkan gedung itu, dan kami akan segel,”Terangnya.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here