Petani Bawang Merah di Desa Kateng Membutuhkan Gudang.

Petani Bawang Merah di Desa Kateng Membutuhkan Gudang.
Salah satu Petani Bawang Merah di Desa Kateng yang Tengah Menyortir Bawang. Rabo (8/9/21). Ampenanpost.com

Ampenanpost. Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB). Memang saat-saat ini sedang dilirik oleh daerah-daerah luar dengan potensi yang ia miliki saat ini, bagaimana tidak, untuk tahun 2021 ini petani bawang merah rata rata berhasil panen dengan hasil yang memuaskan. Namun sayang, desa kateng masih kekurangan gudang penyimpanan hasil panen.

Gudang penyimpanan memang sangat dibutuhkan oleh petani bawang merah di desa kateng, pasalnya untuk mempertahankan harga dan kualitas, tentu gudang menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Lalu Syarifuddin Kepala Desa Kateng saat ditemui wartawan mengatakan, Hasil panen untuk tahun ini memang sangat memuaskan, bagaimana tidak, dari 64 hektare luas lahan terdiri dari 8 kelompok tani yang menanam saat ini, terpaksa menjual bawangnya dengan keadaan basah.”Terpaksa kita jual basah, banyak masyarakat kita yang tidak punya tempat pengeringan, sehingga resikonya harganya juga murah,”Ungkapnya pada Rabo (8/9/21).

Kemudian, dalam hal ini ia berharap kepada pemerintah kabupaten untuk tetap mensuport masyarakatnya. Dengan kekurangan yang masih ia miliki mungkin pemkab lombok tengah bisa membantu untuk membangunkan gudang penyimpanan pasca panen dari bawang merah itu.”kita berharap bisa dibuatkan gudang, kemarin aja pas ada gerimis sebentar, semua petani pada khawatir dengan bawangnya yang hanya dianginkan di halaman rumahnya,”Ucapnya.

Tempat berbeda, Mamiq Saipul salah satu petani bawang merah di desa kateng juga senada dengan kepala desa, ia mengatakan, kalau sudah ada tempat penyimpanan dirinya berani menanam di lahan yang lebih luas. Kemudian, Miq Ipul sapaannya menuturkan, dari luas lahan yang saya miliki saat ini sekitar 5,5 Hektare, namun yang ia tanamkan hanya 1 hektare saja. Pasalnya ia dan juga banyak petani lainnya tidak punya tempat penyinpanan yang memadai.”Kekurangan kita saat ini ya, di gudang saja. Saya bisa tanam lebih luas lagi tapi akan saya taruh kemana jika sudah panen nanti,”Terangnya.

Nasup, S.Pt kepala UPT Pertanian kecamatan Praya Barat saat ditemui wartawan belum lama ini menegaskan, pemerintah akan tetap mendukung Pemberdayaan ini, kedepan pihaknya akan mendukung para petani melalui sarana seperti gudang penyimpanan pasca panen, sumur bor dan juga sebagainya.”kemudian nantinya kita tidak akan takut lagi dengan kondisi cuaca yang bisa merusak bawang setelah dipanen,”Pungkasnya.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here