Oknum Notaris dan Broker Main Mata, Ading Walet Geram.

Oknum Notaris dan Broker Main Mata, Ading Walet Geram.
Tanah Sawah di Desa Kateng yang Tengah di perkarakan.

Ampenanpost. Kembalinya mencuat oknum notaris di Lombok Tengah dengan sejumlah broker tanah PT pabrik pakan ternak yang tidak kunjung memberikan pembayaran kepada pemilik lahan. Lahan tersebut berada di Desa Kateng, Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB).

Permainan Oknum notaris berinisial CW bersama broker tanah pihak PT inisial LTS dan W pada proyek pengadaan tanah pembuatan pabrik pakan PT besar berskala Nasional yang sempat menuai kontroversi dan kemudian meredup saat ini mulai terkuak satu persatu dimana hal ini terbukti pada berjalannya kasus yang telah diadukan oleh pemilik lahan yang telah lama menanti kejelasan pembayaran sejak 2017 sampai dengan saat ini.

Pemilik tanah L Ading Buntaran saat ditemui di kediamananya di Desa Kateng, mengaku dimana pihaknya menceritakan dimoduskan dengan pola lama, dimana di tahun 2017 pihak yang akan membeli tanah turun ke lokasi untuk melakukan pemetaan kemudian membuat ijin lokasi, memetakan pemilik tanah dan memulai proses pembayaran.”Namun selang waktu berjalan 2 tahun hingga tahun 2019 gagal dilakukan pembayaran secara total, mengingat adanya kendala yakni saya belum bertetemu dengan yanga akan membayarkan tanah saya,” Ungkap pria yang akrab disapa Ading Walet Rabo (8/9/21).

Sehingga lanjut Ading, pada saat dipertemukan dan dilanjutkan proses pembebasan berikutnya pihak PT bersama para broker kembali dengan skema yang aneh dan tidak logis.”kami transaksi pada tanggal 24 november 2019, namun sangat aneh kemudian pada keesokan harinya tanggal 25 muncul adanya surat pernyataan penitipan uang yang di keluarkan secara resmi oleh pihak notaris, Parahnya pada surat pernyataan tersebut tidak ada kesesuaian, yakni di atas pada tanggal 25 November 2019, namun di bawah surat mengetahui pembuatnya tertanggal 24 November 2019, artinya adalah adanya dugaan kesengajaan persekongkolan jahat antara pembeli dengan pihak notaris, ” Tambahnya.

Pihaknya sebagai pemilik lahan yang seolah dipermainkan oleh pihak Notaris dan broker pengada tanah PT sudah melaporkan kasus tersebut dan sudah di tangani polres Lombok Tengah. Bahkan pihaknya membeberkan bahwa rabu kemarin pihak terlapor tersebut yakni oknum broker dan nitaris sudah dipanggil.

Adapun jumlah tanahnya yang belum di bayarkan namun telah disertifikatkan dengan curang tersebut dengan dalih penitipan uang di notaris tersebut ia membeberkan sekitar 5 hektar dengan harga mencapai lebih dari 15 miliar dan sampai saat ini belum menerima uang pembayaran atas hal tanahnya tersebut sepeserpun.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here