Kehadiran Peserta Tes CPNS di Lombok Tengah Sangat Tinggi.

Kehadiran Peserta Tes CPSN di Lombok Tengah Sangat Tinggi.
Sejumlah Peserta Tes CPSN di Kantor Bupati Lombok Tengah, Sedang Menunggu Waktu Memasuki Ruangan Tes. Jum'at (18/9/21). Ampenanpost.com

 

Ampenanpost. Tes Seleksi Kompotensi Dasar (SKD), Bagi Pelamar Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) di Lombok tengah, kini sudah sampai pada hari hari akhir. Sebagai mana sudah ditentukan akan berakhir pada tanggal 22 nanti. Prosentase jumlah kehadiran peserta tes SKD di Lombok Tengah mencapai 80 persen, sampai 90 persen.

Berdasarkan Dari data yang didapatkan oleh Ampenanpost.com. jumlah peserta Pada hari pertama pada minggu (12/9/21). jumlah peserta yang hadir sebanyak 337 orang peserta, yang tidak hadir dan dinyatakan gugur sebanyak 62 orang peserta, dan satu orang peserta dinyatakan positif Covid-19, dari total peserta yang keseluruhannya pada hari pertama sebanyak 399 orang. Kemudian pada senin (13/9/21) dihari kedua peserta yang menghadiri tes sebanyak 325 orang peserta, yang tidak hadir dan dinyatakan gugur sebanyak 70 orang peserta, dan yang dinyatakan Covid-19 sebnayak 5 orang, dari jumlah keseluruhan 395 orang. Dan pada hari ketiga selasa (14/9/21) ada peningkatan jumlah peserta yang hadir sebanyak 349 orang peserta, dan yang dinyatakan gugur karena tidak hadir sebanyak 51 orang peserta, dari keseluruhan pada hari ketiga sebanyak 400 orang peserta.

Begitu pula dengan hari keempat Rabo (15/9/21), peserta yang hadir sebanyak 363 orang peserta, yang dinyatakan gugur tidak hadir sebanyak 36 orang peserta, dan peserta yang dinyatakan Covid-19 sebanyak 1 orang peserta. Dari jumlah keseluruhan sebanyak 399 orang peserta. Kemudian pada hari keliama kamis (16/9/21), peserta yang hadir mengikuti tes sebanyak 337 orang peserta, yang dinyatakan gugur tidak hadir sebanyak 63 orang, dan yang dinyatakan Covid-19 tidak ada pada hari keliama, dan jumlah keseluruhan peserta tes sebanyak 400 orang peserta. Kemudian pada hari keenam Pada Jum’at (17/9/21) Kemarin jumlah peserta yang hadir sebanyak 181 orang peserta, dan yang tidak hadir sebanyak dan dinyatakan gugur sebanyak 19 orang dari dua sesi, dan jumlah keseluruhan sebanyak 200 orang peserta.

“Pada hari jum’at kita hanya ada due sesi dari bisanya empat sesi. Karena hari jum’at hari pendek,”Ungkap Didik Purwasetyaadi Kabid pengadaan mutasi dan data ASN. Saat ditemui Ampenanpost.com di lokasi tes. Sabtu (18/9/21) kemarin

Dikatakan juga oleh Didik, ada dua jenis pelayanan terhadap peserta yang mempunyai suhu tubuh yang tidak normal.” Ada yang suhu tubuhnya yang diatas 37,3°c, dan itu beda penanganannya dengan peserta yang normal, apalagi yang dinyatakan positif Covid-19, jadi kalau yang suhu tubuhnya diatas 37,7°c itu kita sudah menyiapkan ruangan khusus, artinya mereka boleh mengikuti tes, tapi diruangan yang beda,”Terangnya.

Akan tetapi lanjut Didik, jika peserta tersebut dinyatakan positif Covid-19, maka peserta tersebut tidak boleh mengikuti tes, melainkan peserta tersebut nantinya akan disiapkan waktu khusus bagi peserrta yang teprpapar Covid-19.”kita daftarkan lagi untuk penjadwalan ulang, kita minta surat keterangan positifnya, selanjutnya kita bersurat ke BKN, dan meminta untuk penjadwalan ulang dan dari data yang terpapar Covid-19 itu sudah keluar jadalnya,” Jelas Didik.

Disampaikan juga, pada tanggal 22 September nanti, seluruh peserta yang terpapar Covid-19 itu nantinya akan melakukan tes. Namun, pada saat itu seluruh peserta akan diawasi oleh pihak dinas kesehatan lombok Tengah.” Nanti akan kita komunikasikan sama pihak dikes, dan nanti dikes yang akan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), dan tempatnya. Karena seluruh peserta nantinya tidak boleh kontak langsung, jadi jika dia kumpulnya di dikes dan akan di angkut oleh Ambulance menuju ruangan tes,” Ujarnya.

Untuk pengumuman peserta yang lolos tes SKD ini bisa untuk mengikuti Live melalui YouTube, jika tida sempat melihat hasilnya pada saat itu. Namun untuk pengumuman atau peringkingannya itu nantinya akan ditentukan waktunya oleh Pusat.” Jadi seluruh peserta ini bisa liat kapan saja hasil tesnya ini, tapi untuk peringkinganganya itu nanti kita tunggu selsai tes seluruh Indonesia, paling tidak pertengahan bulan oktober,” Cetusnya.

Kemudian saat disinggung terkait kapan akan diumuman hasil peringkingannya, Didik menyampaikan ia hanya sebagai penyelenggara saja di tingkat Kabupaten. Untuk waktu dan hasilnya itu akan ditentukan oleh pusat.”Dan itu bukan kita yang umumkan, tapi BKN pusat yang nantinya akan mengumumkan. Karena sistemnya online jadi kita tunggu pengumuman dari pisat aja,” pungkasnya.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here