Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah 17 Hektare, Memasuki Babak Baru.

Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah 17 Hektare, Memasuki Babak Baru.
Terlihat Seorang Pria Gondrong Tengah Menghadap Pintu Masuk Sat Reskrim Polres Lombok Tengah. Ampenanpost.com

Ampenanpost. kepolisian Polres Lombok Tengah, saat ini tengah serius mengusut kasus dugaan penipuan jual beli tanah seluas 17 hektare di Desa Katang, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan total kerugian Rp 15 miliar. Kini sudah memasuki babak baru, yakni pihak kepolisian sudah mulai memanggil tiga orang yang bersangkutan.

Kanit Pidum Polres Lombok Tengah Ipda Ni Luh Putu Titin mengatakan, Pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap CW selaku notaris pada saat itu, dan dua lainnya yakni LW sebagai saksi, dan LT sebagai saksi juga. Namun ketiga yang bersangkutan tidak bisa mengahdiri panggilan polisi pada hari senin (6/9/21) lalu, sehingga meminta untuk dijadwalkan ulang pada hari Rabo (15/9/21) besok pagi.” Mereka ada keperluan pribadi,”Ungkapnya Kepada awak media. Selsa (14/9/21).

Untuk sementara, lanjut Titin sapaannya, hanya itu dulu yang akan dimintai keterangannya, dari progres yang bisa pihaknya ungkap. Dikarenakan yang bersangkutan tidak bisa menghadiri panggilan polisi jadi untuk pemanggilan terhadap yang bersangkutan yang lain terkendala, kemudian ketiganya meminta untuk dijadwalkan kembali.” Jadi karena ketiga yang bersangkutan ini tidak bisa menghadiri, kita ubah jadwalnya menjadi hari Rabo,”Ucapnya.

Diketahui, pemanggilan terhadap ketiga yang bersangkutan ini untuk mengkelarifikasi atas laporan Lalu Ading Buntaran atas dugaan penipuan pada tanggal 14 oktober, 2020 lalu.” Alat bukti dan segala macamnya sambil jalan kita ungkap, nanti perkembangan lebih lanjut akan kita tunjukkan,”Terangnya.(E011)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here