ASN Kejari Praya Diduga Palsukan Surat Kematian Demi Nikah Lagi.

ASN Kejari Praya Diduga Palsukan Surat Kematian Demi Nikah Lagi.
Sejumlah Aktivis Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat (NTB) saat mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Negri Praya. Rabo (1/9/21).

Ampenanpost. Sejumlah Aktivis dari Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Negri Praya. Kedatangannya saat itu dalam rangaka memberikan dukungan kepada pihak kejaksaan untuk segera menyelesaikan kasus adanya dugaan pernikahan sebanyak 7 kali yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kejari Praya. Rabo (1/9/21).

Yan Mangandar Putra, mengatakan kedatangannya pada saat itu menyampaikan dukungannya supaya kasus ini diproses secara tuntas, baik dari segi etika maupun segi hukumannya. Kemudian ia juga menyampaikan supaya seluruh anak dari 7 istri terduga pelaku ini mendapatkan perlindungan.”Jangan sampai gara-gara kasus ini, mereka mendapatkan intimidasi. Dan pak kejari (Fadil Regan) tadi sudah komitmen seluruh anak itu aman,” Ucapnya kepada wartawan seusai keluar dari ruangan Kejari Loteng

Kemudian, Tim koalisi saat ini sudah melengkapi hasil Investigasi dan temuannya. Adapun data yang ia pegang saat ini berupa pemalsuan data kependudukan yang dilakukan oleh oknum SR ini, sehingga bisa menikah lebih dari satu kali.”Ternyata dalam berkas yang kami pegang saat ini, yang kami dapatkan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Praya, disana kita temukan surat keterangan kematian (SKK), untuk istri yang kelima, padahal Faktanya istri kelimanya ini masih hidup dan bersetatus sebagai tenaga kerja di luar negri,”Ungkapnya.

Jadi, lanjut mangandar. kami berharap dengan fakta yang ia sampaiakan saat ini bisa untuk menjadi pertimbangan pihak kejari dalam mendalami kasus ini. Kemudian ia juga berharap supaya ditangani secepatnya oleh badan pengawasan kejaksaan agung, atau oleh komisi kejaksaan Agung.”kami bukan untuk mempermasalahkan orang menikah-menikah lagi, banyak kok yang menikah lagi, tapi yang kami permasalahkan oknum ini sebagai pelayan publik yang seharusnya menjadi contoh,”Terangnya.

Waktu yang sama, Lilik Agustianingsih menerangakn, untuk yang bisa dibuktikan secara sah yakni hanya istri pertama saja, namun tidak pernah ada permohonan perceraian maupaun poligami dari pengadilan agama.”Oknum ini kan sebagai aparat penegak hukum, seharunya segala perosesnya sesuai prosedur. Kalau dia mau poligami kan harus ada persetujuan dari istri pertama, begitu juga dengan cerai dia harus melalui pengadilan juga supaya dia sah menikah lagi,”Ungkap Lilik.

Kemudian, Senior Aktivis dari Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak NTB, Muhammad Saleh mengatakan, ia sangat sayangkan kejadian ini, apalagi sampai bisa terjadi perkawinan yang sudah beberapa kalinya, apalagi dengan ketidak tahuan pihak kejaksaan terkait permasalahan ini, kemudian ia menerangkan, kejadian ini sangatlah aneh, dalam rumah dinas ada dua orang perempuan yang bertahun-tahun berada disana, bahkan sampai melahirkan berada dalam satu atap.”sampai melahirkan mereka di rumah yang sama,”Ujarnya.

Diucapkan, jumlah anak yang dimiliki oleh SR ini dari ketujuh istrinya sebanyak 9 orang, namun yang diakui hanya sebanyak 8 orang saja.”Satu orang tidak diakui, dan belum kita ketahui jelas apa sebabnya,”Pungkasnya.

Catur Hidayat mengatakan, kedatangan dari Aktivis Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak NTB saat itu dalam rangka memberikan dukungannya kepada kejari loteng untuk menangani kasus salah satu ASN yang diduga menikah lebih dari satu kali.”kami sudah terima teman teman dari koalisi tadi, dan selanjutnya kami akan kordinasi dengan pihak kejati, karena laporannya ada di kejati. Yang jelas mereka memberikan kami dukungan untuk menyelesaikan kasus ini,”Tutupnya.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here