Tuntut Lapangan Pengganti, Rumah Sakit Mandalika Hampir Disegel.

Tuntut Lapangan Pengganti, Rumah Sakit Mandalika Hampir Disegel.
Sejumlah Masa Aksi Demo di Rumah Sakit Mandalika, Sengkol, Pujut. Senin (30/8/21). Ampenanpost.com

 

Ampenanpost. Ratusan Warga Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) . Mendatangi Rumah Sakit Mandalika (RSM), kedatangan warga saat itu menuntut kejelasan lahan pengganti lapangan Mandalika, yang saat ini lapangan tersebut sudah disulap jadi bangunan megah Rumah sakit. Senin (30/8/21).

Dalam aksi tersebut hadir juga kepala desa sengkol Satria, kemudian Sekertaris Desa (Sekdes) Nursim. Sedangkan di pihak pemerintah daerah loteng diwakili oleh Plt Kadispora Loteng Jalaludin, hadir juga Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah Lalu Rahadian, dan Camat Pujut lalu sungkul.

Diketahui, Pemkab setempat pernah mengeluarkan surat yang ditujukan pada Kepala Desa Sengkol yang ditanda tangani oleh mantan Sekda H. M Nursiah bernomor 20.029/382/BPKAD tertanggal 24 Juli 2020, pengganti lahan itu dianggarkan dalam APBD Perubahan 2020. Namun nyatanya itu tak kunjung direalisasikan.

Dita Putra kordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan, Kedatanganya kali ini untuk meminta kepastian terhadap lapangan olahraga kepada Bapak Wakil Bupati Lombok Tengah Dr.H. Nursiah, S,sos. M,si yang dimana pada waktu itu ia menjabat sebagai Sekda. Disebutakan bahwa pada waktu itu, Wabub berjanji tidak akan membangun Rumah sakit mandalika jika belum ada lapangan pengganti, namun sampai hari ini belum ada kejelasannya.”Pak Nursiah dulu sudah menandatangani surat perjanjian yang berisi sebelum adanya lapangan pengganti tidak boleh ada pembangunan, itu yang kami tuntut hari ini,”Ucap Dita pada wartawan.

Dikatakan, kemarin sejumlah pemuda desa sengkol sempat mengunjungi kantor pemda setempat, dan hasil yang kami pegang pemda akan menganggarkan pada Anggaran perubahan kali ini.”Tapi kenyataannya tidak masuk dalam anggaran perubahan, dan itu kami juga minta kejelasan lahan yang akan dipakai sebagai pengganti lapangan ini. Karena tidak ada yang jelas,”Ujar Dita.

Kemudian, jika tidak ada kejelasan terkait kapan dan dimana lapangan pengganti itu, maka pihaknya akan menyegel bangunan Rumah Sakit itu.”Tadi kita sudah suruh keluar seluruh kariyawan, supaya pemda menanggapi kami secepatnya,”Terangnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah Lalu Rahadian, menyampaiakn dalam kesempatan itu, tadi kami (jajaran pemda loteng) sebelum datang kemari (Rumah Sakit Mandalika), dikupulkan oleh pak wakil bupati (Nursiah). Terkait lapangan sengkol ini, sempat di anggarkan pada tahun 2020, namun waktu itu ada penolakan karena lokasinya dianggap tidak pas.”kalau APBD perubahan 2021 sudah tidak bisa dibahas lagi. Oleh Karenanya insya Allah kita akan anggarkan pada tahun 2022,”Sebutnya.

Kesempatan yang sama, Jalaludin Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Loteng, beliau juga berharap supaya secepatnya diselsaikan, pemerintah juga hadir untuk kepentingan masyarakat. Dalam kesempatan ini, jalal mengatakan persoalan kemarin pada tahun 2021 dana daerah habis untuk menangani Covid-19.”kita sama sama menginginkan sesuatu hal yang baik, oleh karenanya mari kita tunggu,”Terangnya.

Waktu yang sama, Camat Pujut saat membubarkan masa aksi, Lalu Sungkul mengatakan, ia siap menjadi penjamin sementara lahan itu bisa terrealisasi.”saya berjanji lapangan ini tetap akan ada di dusun piang. Insya Allah bulan depan sudah keluar Appraisal harganya, dan setelah apprasal keluar maka akan disandingakan dengan keuangan lombok Tengah, kita hitung sampai 3 minggu hari epektif dari sekarang, dan jika tidak ada maka saya akan jadi terdepan besok,”Pungkasnya sembari membubarkan masa.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here