Tembakau Gagal Panen, Dollah Kembali Beraksi.

Tembakau Gagal Panen, Dollah Kembali Beraksi
Konfersipers Polresta mataram. Senin(3/8/21).

Ampenanpost. Tim Puma Polresta Mataram berkerjasama dengan Tim Puma Polres Lombok Tengah menangkap seorang tersangka pencurian sepeda motor berinisial ABD alias Dollah (35) warga Bilelando, Praya Timur, lombok Tengah. Kembalinya beraksi ini, lantaran tembakau yang ia tanam mengalami gagal panen.

Dolah mengaku bahwa sebelumnya adalah petani tembakau. Di mana area tanamnya mencapai dua puluh hektare. Hanya saja karena intensitas hujan cukup tinggi belakangan ini tembakaunya pun banyak mati. Hal itu kemudian menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Mengingat modalnya menanam tembakau itu didapat dari uang pinjaman. “Akhirnya saya nyuri untuk bayar utang,” akunya saat dihadirkan dalam jumpa pers, Senin (2/8/21).

ABD alias Dollah merupakan Residivis yang menurut catatan polisi. Ia, sudah tiga kali keluar masuk penjara. Namun, bukannya bertobat, Dollah malah mengulangi perbuatan jahat itu.”ABD ini, merupakan seorang Residivis yang sudah tiga kali keluar masuk penjara dengan perkara yang sama yaitu curanmor,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Kadek Adi Budi Astawa, S.T., S.I.K., didampingi Kasi Humas, Iptu Erny Anggraeni S.H., saat dikonfirmasi.

Kadek Adi mengatakan bahwa tersangka ABD diajak oleh rekannya berinisial AG yang saat ini berstatus DPO untuk melakukan aksi pencurian tersebut.”Ia berhasil mencuri sebuah kendaraan bermotor jenis Beat menggunakan kunci T. Dan modus yang dijalankan pelaku adalah dengan mencari lokasi yang dianggap aman dan sepi untuk dijadikan target,” bebernya.

Setelah diperiksa lebih lanjut, pelaku mengaku melakukan pencurian sepeda motor di Jalan Bambu Runcing, Lingkungan Pejeruk Abian, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dari keterangan itu juga, Polisi akhirnya menemukan fakta bahwa pelaku ABD mencuri bersama AG.”Di sana kedua pelaku menjalankan aksinya, di mana ABD berperan sebagai eksekutor dan AG berperan sebagai joki alias yang mengantarkan ABD mencari target sepeda motor,” ujar Kadek Adi.

Dalam menjalankan aksinya, ABD mencuri motor dengan menggunakan kunci T dengan memasukkannya ke dalam lubang kuncian dan memutarnya ke arah kanan dengan 2 kali putaran. Putaran pertama adalah untuk merusak kunci stang sementara putaran kedua untuk menghidupkan sepeda motor. Setelah mencuri keduanya membawa kabur sepeda motor tersebut ke rumah AS di Lombok Tengah untuk dijual. Ia menjualnya dengan harga Rp 1.8 juta rupiah.”Akibat perbuatan kedua pelaku, korban mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta,” katanya.

Selain menangkap pelaku ABD, polisi juga menyita 1 unit sepeda motor hasil curian, merk Honda Beat warna hitam bernomer polisi DR 3557 CN bersama 1 buah kunci letter T dan anak kunci letter T.”Dari hasil penggeledahanpun, petugas menemukan berbagai plat nomer ataupun kunci letter T dan BPKB,” jelas Kadek Adi

Pelaku ABD dijerat pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. Sementara AS yang berperan sebagai penadah akan diperiksa di Polres Lombok Tengah guna penyelidikan lebih lanjut.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here