LSM LIDIK NTB Menolak Pengadaan Kendaraan Kadus.

LSM LIDIK NTB Menolak Pengadaan Kendaraan Kadus.
Agus Susanto, sekertaris LSM LIDIK NTB. Serta ilustrasi kendaraan kadus.

Ampenanpost. Menanggapi isu mengenai anggaran 18 milyar untuk pengadaan motor Oprasional Kepala Dusun (Kadus) oleh Pemerintah Daerah (Pemda), kabupaten Lombok tengah (Loteng). LSM Lidik NTB dengan tegas tidak menyetujui rencana tersebut, yang mana ini menurutnya bukanlah saat yang tepat menjalani program semacam itu.

sekretaris LSM Lidik NTB Agus susanto. menyayangkan atas tindakan Pemda Lombok tengah terkait pengadaan motor untuk Kepala dusun selombok tengah, yang mengucurkan dana yang fantastis yaitu 18 milyar, ia menilai kinerja kepala dusun banyak tidak yang becus. Menurut agus, kebanyakan kepala dusun hanya mementingkan kolega dan keluarganya saja.” Kalau kita lihat, banyak permasalahan tidak tuntas, itu yang mau diberikan motor, ini sangat tidak elok padahal masyarakat Lombok tengah pada saat ini sangat membutuhkan pekerjaan. Seharusnya dana yang besar itu di berikan kepada orang yang tidak mampu malah itu lebih bermanfaat”,Ungkap Agus, Kamis (19/8/21).

Rata-Rata lanjut agus, para kadus di lombok tengah sudah punya motor, bahkan ada yang punya mobil.”kepala dusun untuk sekarang ini sudah sejahtera ngapain diberi motor. Apalagi kadus bagian selatan ini l, ada yang memakai mobil Fortuner. Malah lebih bagus anggaran itu untuk masyarakat yang terdampak pandemi ini,”Sambungnya.

Kemudian, Agus menilai Pemda Lombok tengah sudah tidak punya hati nurani, Menurutnya, orang kaya diperkaya dan yang miskin ditambah lagi untuk menjadi miskin. Tak sampai sana, ia berpesan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng, untuk menolak rencana pembelian kendaraan itu.”saat ini masih banyak program strategis untuk penuntasan kemiskinan yang butuh anggaran, terlebih dengan kondisi pandemi covid, jadi sangat kurang tepat kalau janji politik Bupati itu harus dipaksakan dalam kondisi saat ini, dan saya minta kepada Anggota dewan untuk menolak pembahasan program itu”,Tegasnya.

Anggaran yang begitu besarnya lebih baik dialihkan ke program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan itu lebih bermanfaat untuk masyarkat.”dari pada dianggarkan untuk sepeda motor kepala dusun, mereka sudah ada tunjangan dan lain sebagainya,”Ujarnya.

“kami dari LSM Lidik NTB akan turun ke jalan untuk aksi apabila Pemda Lombok tengah merealisasi pengadaan motor itu, soalnya dampak sosial kedepannya ini akan bahaya, perebutan jabatan kadus, kemudian tensi politik di tengah masyarakat akan naik lebih parah”,Tutupnya.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here