Syamsul Bahri: Kebijakan PPKM ini Bikin Pariwisata Hancur.

Syamsul Bahri: Kebijakan PPKM ini Bikin Pariwisata Hancur.
Syamsul Bahri saat Ditemui Wartawan di depan kantor DPRD Loteng.rabo(14/7/21). Ampenanpost.

Ampenanpost. Harapan para pelaku pariwisata ditengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan di seluruh Indonesia saat ini, supaya pemerintah membuat kebijakan yang bisa mengakomodir prodak-prodak UMKM masyarakat.

Diketahui kondisi sektor pariwisata Lombok Tengah saat ini sangat memperihatinkan, mengingat kondisi pandemi yang tak kunjung berakhir.

Ketua HPI DPC Lombok Tengah Syamsul Bahri menyampaikan, kebijakan PPKM ini bisa menyebabkan para pelaku pariwisata semakin terpuruk. Pasalnya, menurut syamsul kebijakan seperti ini (PPKM) yang dipikirkan oleh pemerintah hanya bagaiamana menjaga kesehatan, namun pemerintah tidak memikirkan bagaiaman sektor ekonomi.”Inikan sama sama berbahaya ini,”Ungkap Syamsul kepada Wartawan seusai audiensi bersama bersama komisi dua DPRD loteng, di Kantor Dewan Lombok Tengah. Rabo(14/7/21).

Kemudian Syamsul juga menerangkan, solusi terhadap pandemi saat ini adalah memperketat protokol kesehatan (Prokes), dan baginya pariwisata di lombok Tengah ini masih bisa dibuka.”Dengan seperti itu, masih ada denyut nadinya (Pariwisata)”,Jelas Pria Gondrong itu.

Ketua HPI Loteng tu juga menegaskan, yang paling parah lagi nanti setelah adanya kebijakan para pengunjung tempat Wisata harus menunjukkan sertifikat vaksin. Hal tersebut akan menjadi lebih parah lagi. Sebab, kita mesti berpikir bagaiamana dengan orang orang yang punya penyakit bawaan yang tidak bisa menerima vaksin.”banyak wisatawan yang mau berwisata, namun tidak punya sertifikat vaksin karena mempunyai penyakit bawaan akhirnya gagal kesini”,Tegasnya.

Pria asal Desa Sukarara itu berharap, setelah adanya Pemberlakuan PPKM ini. Tidak ada lagi syarat untuk beraktifitas dengan menunjukan sertifikat vaksin.”Tanggal 25 besok kita akan kedatangan tamu, namun ketika masih berlaku kebijakan yang seperti itu. Mereka jadi gagal berkunjung ke lombok, karena ada dari mereka yang punya penyakit bawaan”,pungkasnya

“Kalok hal ini akan masih berlaku. Maka pelaku pariwisata akan mati”,Keluhnya

Sedangkan kepala Plt Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lendek Jayadi saat di wawancara oleh wartawan pada tanggal 8,juli,2021. Mengatakan, kebijakan PPKM ini adalah salah satu cara untuk menyiapkan pelaku wisata dalam meminimaliskan kualitas pariwisata.”Tidak terbuka besar, tidak diperkecil. Tapi kita perketat”,Ucapnya.AP(E011).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here