PPKM. Pariwisata Lombok Tengah Tidak Tutup, Namun Diperketat.

PPKM. Pariwisata Lombok Tengah Tidak Tutup, Namun Diperketat.
Terlihat Sejumlah Pemuda yang tengah mengabadikan momen di pantai serangan, selong belanak, praya barat beberapa waktu lalu. (Dokumentasi Ampenanpost).

Ampenanpost. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tetap membuka pintu masuk bagi semua pengunjung objek wisata. Namun tetap dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) kendati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tengah berlangsung.

Plt kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lendek Jayadi mengatakan, penerapan PPKM skala Mikro diberlakukan untuk memprioritaskan pada zona yang sudah kondusif di tingkat desa, supaya tidak berubah dari zona hijau menjadi kuning.”kalaupun saat ini kita belum dikatakan darurat, tapi kita tetap akan menerapkan PPKM”,Ungkapnya Pada Wartawan.
Jayadi juga menyampaikan, penerapan PPKM mulai diberlakukan pada 5 juli 2021. PPKM skala kecil ini diberlakukan supaya melakukan pembatasan pada setiap kegiatan masyarakat skala kecil di tingkat desa.”Berwisata boleh, namun tetap dalam kapasitas yang terbatas dan pengamanan yang ketat,”Terangnya.

Lendek menerangkan, dengan adanya PPKM ini masyarakat harus mempertahankan zona yang sebelumnya sudah baik jangan sampai menjadi zona merah (readzon). Dan ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan hal hal yang bisa membahayakan kondisi pandemi ini.”mari kita tetap memepertahankan kondusi desa yang sudah aman itu, dengan cara tidak bereporia yang berlebihan dalam kondisi saat ini,”Terangnya.         Ditambahkannya, Wisatawan diperbolehkan masuk akan tetapi tidak dalam bentuk keramaian. Bahkan pemerintah provinsi sedang merencanakan rapid antigen untuk memberikan motivasi kepada pengunjung.AP(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here