Pelaku Pembunuhan Terhadap Masnah, Terancam Penjara Seumur Hidup

Pelaku Pembunuhan Masnah Terancam Penjara Seumur Hidup
Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat Membaca Tuntutan terhadap Terdakwa Pembunuhan Bq Masnah pada tahun lalu. Pengadilan Negri Praya, senin (12/7/21).

Ampenanpost. Kasus pembunuhan terhadap Bq Masnah, ibu hamil warga Desa Kateng, Praya Barat, dengan pelaku FA (38) alias Hurman, telah masuk tahap penuntutan. Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Praya, Senin, 12 Juli 2021, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup. Karena dinilai bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

JPU terdakwa, Catur Hidayat Putra menyatakan, agenda sidang sudah masuk tahap tuntutan terhadap kasus pembunuhan yang dilakukan terdakwa dengan cara memberikan air minum yang sudah terdakwa campur dengan dua butir potasium. Kemudian setelah korban meninggal, terdakwa menimbun jasad korban di fondasi rumah di Dusun Gubuk Daye, Desa Pengembur, Kecamatan Pujut. “Sidang agenda pembacaan tuntutan dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Ayu Merta Dewi, Hakim anggota Muhammad Syauqi, Hakim anggota Isnania Nine Marta dan Panitera Tri Harijanto, Bahwa pada tuntutan penuntut umum tersebut, sebagaimana fakta hukum yang terungkap dipersidangan atas perbuatan terdakwa yaitu dalam dakwaan kesatu primair,” ungkap pria yang kerap disapa Yabo itu.Senin (12/7/21).

Tidak hanya itu terdakwa juga dijerat Pasal 76C jo 80 ayat (3) UU No. 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU. No. 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. Pembacaan amar tuntutan disampaikan JPU Catur

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa mengamankan diri ke Mapolres Loteng usai menghabisi korban. Kala itu, terdakwa mengaku kepada polisi tidak berani pulang karena takut dicari oleh keluarga korban. Di mana waktu itu, terdakwa mengaku sempat menjemput korban dirumah keluarganya di Desa Tanak Awu.

Terdakwa kala itu mengarang cerita kalau korban kabur saat terdakwa hendak mengisi bensin sepeda motor di SPBU. Padahal korban telah dihabisi oleh terdakwa. Sejak saat itu, korban oleh keluargnya dilaporkan hilang ke polisi. Sebelumnya polisi sudah menaruh kecurigaan setelah menelusuri jejak digital dari Hp korban yang dibawa oleh terdakwa.

Sekitar tiga bulan lamannya, terdakwa berstatus mengamankan diri di Mapolres Loteng. Sampai akhirnya terdakwa mengaku kalau telah membunuh korban. Dan, mengubur jazad korban di bawah pondasi rumah di area kosong di Dasan Gubuk Daye, Desa Pengembur.

Terdakwa tega menghabisi nyawa korban karena diketahui korban sedang berbadan dua alias hamil. Di mana, janin yang berada dalam kandungan korban itu, dari hasil otopsi diketahui berumur tujuh bulan. Di mana pelaku dan korban memang diketahui telah sesang menjalin asmara dan membuat korban Mengandung Anak terdakwa.AP(E011).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here