Pecat 5 Kadus, Kades Barejulat Dinilai Hanya Bikin Gaduh

Sudarman Effendi, Ketua Milenial Tani Mandiri sekaligus mantan Ketua Karang Taruna Desa Barejulat.
Sudarman Effendi, Ketua Milenial Tani Mandiri sekaligus mantan Ketua Karang Taruna Desa Barejulat.(Dokumentasi pribadi).

Ampenanpost. Kepala Desa Barejulat Selim,S.Pd dinilai hanya membuat suasana desa semakin tidak kondusif. Pasalnya, Kades barejulat mengeluarkan surat keputusan kepala desa barejulat  terhadap kelima kepala wilayahanya secara bersamaan, senin 12 /juli /2021 dengan surat keputusan  nomor 7 tahun 2021 dengan menetapkan :memberhentikan dengan tidak hormat 5 kepala kewilayahan sekaligus. Lima kepala kewilayahan yang diberhentikan dengan tidak hormat tersebut antara lain :

1. Kadus Paok Naning: H. Mahsun Nardi
2. Kadus Bunkawang: H. L. Kusuma Jaya
3. Kadus Timuk Gawah: H. Tahri
4. Kadus Panti: Marim
5. Kadus Lengkok Pandan : H. Irham

Hal tersebut di lontarkan oleh Sudarman Effendi, Ketua Milenial Tani Mandiri sekaligus mantan Ketua Karang Taruna Desa Barejulat.”Ditengah kasus yang sedang membelitnya, saya menilai Kades (Selim, S.Pd – red) telah membuat kebijakan yang kontra produktif. Ia seolah-olah menempatkan diri menjadi musuh masyarakatnya sendiri. Ini hanya membuat keadaan semakin gaduh” tandasnya mengomentari surat pemecatan terhadap 5 kepala Dusun yang ada di Desa Barejulat.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Karang Taruna Kecamatan Jonggat ini juga tidak habis pikir dengan langkah-langkah yang di ambil oleh Kepala Desa. Ia menilai, kepala desa telah kehilangan kejernihan cara berpikir dan kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.”Kasusnya belum selesai di Tipikor. Sebentar lagi mau turun tim ahli. Pekerjaan-pekerjaan desa juga banyak yang belum tuntas. Kenapa ia tidak urus itu saja ditengah sisa-sisa masa jabatannya. Sekali lagi ini hanya memperkeruh dan membuat gaduh desa” katanya.

Diketahui. Beberapa bulan lalu, kepala desa bergelar Sarjana Pendidikan itu digeruduk warganya sebab dinilai telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi. Warga melalui Forum Barejulat Bersatu telah melaporkan nya ke APH dan sedang ditangani oleh Unit Tipikor Polres Lombok Tengah.

Beberapa waktu setelahnya juga muncul mosi tidak percaya dari BPD dan Kadus se-Desa Barejulat. kepala desa Barejulat dinilai tidak menjalankan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat sebagaimana mestinya dan telah melampaui aturan dan kewenangan yang ada.

“Keputusan pemecatan ini aneh bin ajaib. Apalagi kabarnya tanpa koordinasi yang baik sebelumnya. Yang lebih lucu saya rasa adalah “pembisik” atau orang-orang yang ada dibelakang Kades.” tambah laki-laki 27 tahun ini satire.
Menurutnya, pemecatan terhadap perangkat kewilayahan yakni Kepala Dusun tidak bisa dilakukan begitu saja dengan semau-maunya oleh seorang Kepala Desa. Apalagi 5 Kepala Dusun secara bersamaan.

Sementara itu, Rozi Arfan sekertaris Desa Barejulat yang dikonfirmasi membenarkan terkait telah dilayangkannya surat pemecatan kepada 5 Kepala Dusun ini.”Benar. Kemarin telah dikirimkan ke masing-masing. Itu perintah Kades, saya hanya menjalankan saja” katanya.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here