IDI Lombok Tengah: Mari Bersinergi, Pandemi Musuh Bersama.

dr. Yuda Permana, Sp.Dv (Kanan) Sekertaris IDI Lombok Tengah dan dr Mamang bagiansah (kiri) Ketua Cabang IDI Lombok Tengah. Saat Konfersipers kepada Awak Media. Selasa (27/7/21).
dr. Yuda Permana, Sp.Dv (Kanan) Sekertaris IDI Lombok Tengah, dan dr Mamang bagiansah (kiri) Ketua Cabang IDI Lombok Tengah. Saat Konfersipers kepada Awak Media. Selasa (27/7/21).

 

Ampenanpost. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lombok Tengah mengkelarifikasi Pernyataan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani yang sempat bicara keras terkait data pasien covid-19 untuk Lombok Tengah. Tak main-main, danrem juga membeberkan kecurigaannya kepada oknum tenaga kesehatan yang mempermainkan data pasien covid-19 untuk memperoleh rupiah. Hal ini diungkapkan danrem di hadapan sejumlah pejabat teras pemkab saat kegiatan di Kecamatan Jonggat, pekan lalu.“Ada masyarakat meninggal kecelakaan tabrakan, di-swab jenazahnya kemudian positif. Logikanya jenazah udah beberapa jam pasti ya pasti positif hasilnya,”Ucap Danrem Dalam sambutannya dalam acara tersebut.

Melalui Ketua cabang Ikatan Dokter Indonesia(IDI) dr Mamang Bagiansah, Sp.PD, dan di dampingi sekertaris Cabang IDI Lombok Tengah dr. Yuda Permana, Sp.DV mengkelarifikasi pernyataan tersebut. Namun disisi lain. ia, juga berharap seharusnya bahasa seperti itu tidak dikeluarkan para satuan tugas penanganan Covid-19.”Baru baru ini kita ketahui bersama, ada pernyataan yang muncul dari satuan tugas Covid-19. Disisi yang lain, kita tahu masyarakat kita masih banyak yang tidak percaya terhadap ada dan tidaknya pandemi ini. Tentunya kami sangat menyayangakan statment yang bisa melukai prasaan para tenaga kesehatan, bisa kita jawab pernyataan itu sebenarnya, tapi tidak perlulah”,ucap dr. Mamang kepada Wartawan. Selasa(27/7/21).

Namun kedepan. Lanjut mamang, pihaknya berharap kepada satgas Covid-19 di berbagai level. Baik provinsi, maupun kabupaten untuk duduk bersama.”apa saja sih yang perlu kita lakukan, jika ada yang kurang mari kita perbaiki, tapi tidak kemudian tidak saling serang. Kita ini satu (Tujuan), sekali lagi covid ini tidak ada yang mau. Jadi jangan sampai dalam tubuh satgas sendiri menyerang satu sama lain, menyudutkan, memojokkan”,Tutur Mamang.

Ia, juga menyampaikan, pemahaman masyarakat Lombok Tengah pada khususnya, sebagaimana diketahui kebanyakan yang tidak mempercayai ada pandemi ini, namun pihaknya (nakes) tidak pernah menginginkan hal ini terjadi.”Kita sudah tau bersama bagaimana masyarakat kita, kebanyakan yang tidak mempercayai pandemi ini. Jadi secara keilmuan itu juga sudah di susun, penataan pedoman-pedoman bagaimana cara kerjanya tenaga medis ini. Jadi kalau kemudian ada prasangka masyarakat yang mengatakan sedikit sedikit di covidkan, ndak. Kami juga tidak pernah menginginkan hal ini, kami juga kena dengan covid ini. Jadi apa yang membuat masyarakat berprasangka”,Tegasnya.

Ketua IDI Cabang Loteng itu menegasksn. Akan tetapi, jika ada prosedur dari Puskesmas maupun Rumah sakit tentang mewajibkan seluruh pasien untuk melaksanakan Rapid tes terdahulu, itu bukan semata mata pihaknya mencari keuntungan, namun supaya para tenaga medis mengetahui bagaimana pelayanan yang akan di ambil terhadap si pasien itu sendiri.”jangan sampai ada dari mereka yang dilayani dengan tidak baik, dan untuk melindungi para nakes tidak terpapar. Bukan semata mata untuk mengcovidkan masyarakat, itu yang harus di pahami”,Cetusnya.

Mamang, juga berpesan kepada satgas Covid-19 Lombok tengah bahwa, bagaimanapun bagusnya rumah sakit, pelayanan rumah sakit jika tidak di sertakan dengan pemahaman masyarakat yang tinggi, semua itu akan sia sia. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama sama melawan pandemi ini, dengan cara mematuhi protokol kesehatan mulai dari diri sendiri, kalau tidak menjaga diri sendiri maka kita tidak akan pernah bisa menyelsaikan permasalahan ini (pandemi red).”sekali lagi saya berharap untuk bisa secepatnya duduk bersama. Suapaya secepatnya bisa kita atasi pandemi ini”,Tutup Ketua IDI Loteng ini.(E011)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here