Catat!! Delapan Persen dari Dana Desa Khusus Untuk Penanganan Covid-19.

Delapan Persen Dana Desa Khusus Untuk Penanganan Covid-19 di Lombok Tengah
Muhammad Jalaludin Kepala Dinas DPMD Loteng, Saat di Wawancara Wartawan. Jum'at(16/7/21).

Ampenanpost. Penanganan Covid-19 di lombok tengah kini kian serius, pasalnya. Pihak pemda Loteng tidak mau terlalu mengambil resiko terkait pelayanan yang sering kali cendrung lembek. Tentu, segala cara dan regulasipun di keluarkan untuk menangani penyebaran virus jahat itu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lombok Tengah (DPMD Loteng) Muhammad Jalaludin menyebutkan sebanyak delapan persen Dana Desa (DD) digelontorkan untuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tingkat desa.

“Adapun anggaran untuk penerapan PPKM Mikro di masing-masing desa ini sudah dianggarakan melalui DD sebanyak delapan persen untuk penanganan PPKM Mikro. Itu sudah ada regulasinya,” kata Jalal kepada wartawan. Jum’at(16/7/21).

Lebih jauh Ia jelaskan penggunaan anggaran PPKM yang depalan persen digunakan untuk operasional Satgas Covid-19 yang meliputi honor piket Badan Keamanan Desa (BKD) dan konsumsi Satgas. Selain itu, anggaran tersebut juga dipergunakan untuk mensosialisasikan pencegahan Covid-19 seperti spanduk dan lain-lain, penyiapan ruang isolasi di desa, sarana prasarana seperti tempat cuci tangan, masker, desinfektan, pengadaan pos jaga dan lainnya.“Selama penerapan PPKM Mikro ini, masih bisa melakukan aktifitas akan tetapi dengan standar protokol kesehatan (Prokes) yang ketat,” terangnya

PPKM Mikro di Loteng membuat Pemkab Loteng bergerak cepat untuk mengatisipasi penyebaran Covid-19 dengan melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Babhinsa dan Babhinkamtibmas se-Loteng.“Persoalan penerapan PPKM Mikro dimasa pandemi Covid-19 ini harus disampaikan kepada semua pihak supaya bisa mengambil langkah antisipasi penyebaran Covid-19,” kata Jalal menambahkan.

Tempat yang sama, Plt Sekertaris Daerah Lombok tengah H. Muhammad Nazili, menerangkan regulasi penyaluran anggaran delapan persen tersebut khusus di peruntukkan untuk penanganan Covid-19 di tingkat Desa. Ia juga berharap, dengan langkah seperti ini, percepatan penanganan akan lebih masif ditingkat desa. Sebab menurutnya, di beberapa desa masih banyak yang pasien yang terkonfirmasi Covid-19 namun tidak di data dengan serius. Oleh karenanya, dengan kebijakan ini nantinya satgas yang di desa akan berkerja dengan maksimal.”Isolasi akan di lakukan di Desa. Sehingga satgas itu harus jelas, nanti akan dibagikan tugas husus seperti apa pelayanan yang akan di terapkan”,pungkasnya.

Kemudian Sekda memaparkan, sistem pelayanan di desa itu nantinya akan dibuatkan oleh dinas kesehatan melalui Puskesmas Puskesmas yang di desa masing masing.”Kemudian SOPnya nanti akan di buat oleh dinas kesehatan, artinya kalau ada kasus penanganannya cepet. Jika kasus yang tidak terlalu berat akan di tanganani di tingkat Desa”.Beber Nazili.(E011).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here