Pencairan Bantuan Dana BPUM Diduga Ada Permainan Calo di Bank BRI

Pencairan Bantuan Dana BPUM Diduga Ada Permainan Calo di Bank BRI Batujai
Lalu Damarwulan (KABID HUMAS FAKTA RI) Dokumentasi Pribadi

Ampenanpost. Banyak masyarakat penerima Dana Bantuan Pemerintah Usaha Mikro (BPUM) mengeluh dengan pelayanan Bank BRI diseliruh NTB, salah satunya Bank BRI unit Batujai, Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Dalam hasil Investigasi Forum Analisis Kebijakan Untuk Rakyat Republik Indonesia (FAKTA RI) setelah menerima aduan masyarakat, Sehingga menemukan beberapa kejanggalan yang terjadi. Ironisnya, ini bukan hanya di Bank BRI saja, Namun begitu pula dengan Bank penyaluran bantuan ini, seperti Bank BNI.

Disampaikan oleh Kepala Bidang Humas FAKTA RI Lalu Damarwulan saat ditemui Ampenanpost.com, Damar memaparkan bahwa Penerimaan Dana BPUM tahap awal sebanyak Rp.2.400.000, untuk per orang, yang rata-rata menggunakan jasa calo dipatok Rp.300.000-Rp.500.000 per nasabah yang telah dicairkan di tahap pertama lalu di data kembali, dan di saat pencairan kedua Sebagai uang tambahan sebanyak Rp1.200.000 tahap keduapun dipersulit.

“sedangkan untuk mendapatkan hak sehingga para nasabah pelaku usaha kecil ini meminta bantuan calo kembali, Karena posisinya daripada tidak dapat dan lama mengantri, tidak ada kejelasan, akhirnya para calo menawari bantuan dengan mematok harga uang jasa sebanyak Rp300.000 per orang”.Jelasnya.

Tokoh Pemuda Penujak itu juga mengatakan, Masyarakat yang mengantri lama di areal BRI unit batujai dari pagi sampai sore.”masyarakat menyampaikan tidak puas terhadap pelayanan petugas BRI karena diduga tidak transparan”,Ungkapnya.

Kemudian Damar sangat perihatin dengan kejadian ini, diceritakan juga bahwa Ada lima orang calo yang sering kali dilihat masyarakat yang diduga sebagai calo di Bank BRI Batujai, dari masing-masing lima Desa yaitu desa penujak, desa Bonder, Desa kateng, dan 2 desa lainnya wilayah kecamatan Praya Barat Daya yang mana para calo tersebut diberikan peluang khusus oleh pihak Bank.

Dalam hal ini yang diduga bermain adalah security tetap Bank BRI Batujai, dengan orang dalam petugas BRI (Bagian yang membuka blokir ke rekening para nasabah, dan 2 orang karyawan baru yang sedang PKL, yang mana buntut dari kelakuan yang dilakukan tugas BRI tersebut, bernuansa keributan, dan lonjakan nasabah yang antri dari pagi jam 08:00 Wita, hingga batas akhir pencairan sore hari pukul 15:00 Wita, yang tiap hari nasabah datang berjubel berkerumun tidak mematuhi prokes covid 19 ini sangat berdampak sekali untuk penyebaran covid-19.

Menurut Damarwulan kejadian ini bisa saja terjadi di seluruh BRI di Indonesia.”Ada indikasi permainan calo dan pihak Bank, dan oleh karenanya dalam waktu dekat kami dari FAKTA RI akan surati hasil analisis di lapangan dan tembusan ke presiden republik Indonesia”.Pungakasnya

Masnah Salah satu Warga saat ditanya didepan Kantor Bank BRI batujai mengungkapkan kekecewaannya,”saya kecewa pak, kalok tidak mau pake calo, kita tidak bisa dicairkan hari ini, coba liat itu (menunjuk seorang perempuan yang baru saja keluar dari Bank BRI batujai), kalok mau pake calo cair itu”.Sesalnya.

Disaat yang beda, Kepala Unit Cabang BRI Batujai saat dimintai Konfirmasi via telpon, belum bisa memberikan keterangannya sampai berita ini dimuat.AP(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here