Seorang Pria di Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kerap Melakukan Pemerasan di Wilayah Bukit Merese

Pria paruh baya ini diamankan lantaran diduga tega memperkosa anak kandunganya sendiri
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP I Putu Agus Indra Permana, SIK., yang dikonfirmasi Ampenanpost, kamis, 20 Mei 2021

PRAYA-Ampenanpost.com-Muhammad Abdi, warga Dusun Bangah, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah tidak berkutik saat ditangkap polisi, Kamis (29/4) pukul 11.45 Wita. Pria 22 tahun tersebut tertangkap tangan karena diduga menggunakan motor hasil curian.“Yang bersangkutan kami ringkus di kawasan Bukit Merese,” beber Kasatreskrim Polres Loteng AKP Putu Agus Indra pada Lombok Post, Jumat (30/4).

Seorang Pria di Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kerap Melakukan Pemerasan di Wilayah Bukit Merese

Dijelaskan, keberadaan terduga pelaku diketahui dari informasi warga. Karena selain menggunakan kendaraan yang diduga hasil curian, Abdi juga disinyalir sering melakukan pemerasan terhadap pengunjung yang datang ke Bukit Merese. Kondisi seperti itulah yang membuat warga gerah sehingga member informasi ke polisi.

Untuk itu, tanpa berfikir panjang personelnya bergerak cepat. Dari jauh para personelnya melakukan pengintaian, melihat gerak gerik terduga pelaku. “Ternyata laporan masyarakat benar dan kami langsung meringkus bersangkutan,” ujar Agus.

Seorang Pria di Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kerap Melakukan Pemerasan di Wilayah Bukit Merese

Di tempat kejadian perkara (TKP), terduga pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen kendaraan yang dibawa. Selain itu, ditemukan juga hasil pemerasan yang dilakukannya. Saat ini, terduga pelaku mendekam dibalik jeruji besi Polres Loteng. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan Abdi.

Atas perbuatannya itu, terduga pelaku dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Terduga pelaku terancaman hukuman empat tahun penjara.

Seorang Pria di Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kerap Melakukan Pemerasan di Wilayah Bukit Merese

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau warga agar tidak mudah tergiur saat ditawari kendaraan bermotor dengan harga yang murah. Apalagi tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan. “Kalau terjaring razia, maka kami juga akan tindak secara tegas. Kendaraan kami angkut ke kantor,” kata Kasatlantas Polres Loteng AKP Donny Wira Setiawan, terpisah.

Dia menyerukan, agar setiap pengendara wajib membawa dokumen kendaraannya seperti STNK dan SIM. “Ke mana pun dan di mana pun,” tegasnya.(E011)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here