Kejari Loteng Dinilai Lamban Dalam Merespone Aduan Masyarakat

Kejari Loteng Dinilai Lamban Dalam Merespone Laporan Masyarakat
Dokumentasi Pribadi Muhammad Patih Alkas (Bendahara LSM LIDIK NTB)

Ampenanpost. Berlarut-larutnya penanganan kasus dugaan tindak Pidana Korupsi di bank BPR , Desa Bonder, Desa Sepakek, dan Desa kateng di Kabupaten Lombok tengah, yang telah berjalan kurang lebih satu tahun terakhir ini membuat LSM Lidik NTB Geram.

Muhammad Patih Alkas bendahara Lidik NTB ini menyoal penanganan dugaan Kasus Korupsi di bank BPR, Desa Bonder, Desa Sepakek, dan Desa kateng di Lombok tengah, yang telah dilaporkan Lidik NTB yang diduga merugikan negara ratusan hingga milyaran rupiah.”kasus yang menyedot perhatian publik ini telah lama bergulir tanpa adanya kepastian,”Cetusnya

Menurut dia (Bung Alkas), seharusnya kasus tersebut sudah tuntas. Penanganan kasus itu semestinya tidak memerlukan waktu yang lama. “Kami menilai sejauh ini kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Lombok tengah dalam menangani perkaranya tidak jelas, terbukti seperti kasus-kasus yang sedang ditangani lalu ditinggalkan oleh mantan Kajari sebelumnya, sampai hari ini belum jelas sejauh mana penangannnya, ditambah lagi kasus-kasus yang baru dilaporkan oleh kawan-kawan dari Ormas, LSM dan para aktivis pegiat anti korupsi lainnya”, ujar Alkas.

Jika mengacu pada Surat Edaran Kejaksaan Agung khususnya Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Marwan Effendy nomor : B-599/F.2/Fd.1/03/2011 tentang waktu penanganan kasus maka waktu penyelidikan ditetapkan maksimal 14 hari dan penyidikan ditetapkan maksimal tiga bulan.”Maka seharusnya kasus Bank BPR dan beberapa desa sudah tuntas,”Ucap Bung Alkas dihadapan media/26/mei/ 2021.

Keluarnya Surat Edaran Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan pada era kepemimpinan Basrief Arief sebagai Jaksa Agung itu, bertujuan mengepektifkan serta mengefesienkan penanganan kasus dalam hal memberikan kepastian hukum. Selain itu juga waktu singkat tersebut dapat mengeliminasi celah permaianan atau penyelewengan oleh jaksa serta mengurangi penyidikan-penyidikan yang macet.

“kasus Ini kan sudah masuk satu tahun lebih lho, Publik menanti progres Kejari, Kalo saya mengutif lagi dari pernyataan Marwan Effendy sebagai Jaksa Agung muda waktu itu penyelidikan dan penyidikan bisa diperpanjang dikarenakan faktor eksternal seperti menunggu izin pemeriksaan dari pihak lain, Kalo tidak jangan dibuat terkatung-katung seperti ini,”Papar Bendahara Lidik NTB itu.(E011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here