Dipecat Jadi Satpam, Sekarang Edarkan Ganja 10 Kilogram

Dipecat Jadi Satpam, Sekarang Edarkan Ganja 10 Kilogram

AmpenanPost. Pecatan satpam ini harus berurusan dengan Satresnarkoba Polresta Mataram, karena  terungkapnya kasus besar peredaran Narkoba jenis Ganja 10 kilogram dan petugas juga mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengedar, berinisial AP (34 tahun) dan AT (51 tahun), keduanya warga Keluarahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dalam pengungkapan ini, bukan kasus biasa, karena AP yang disebut Kepolisian pecatan Satpam. Dalam beberap bulan terakhir sudah mengedarkan sekitar 10 kilogram Narkotika jenis ganja.

‘’ Kami mengamankan dua orang yang diduga pengedar Narkotika jenis Ganja, pelaku AP dipengakuannya sudah mengedarkan 10 kilogram Ganja beberapa bulan terakhir,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK Sabtu (10/04/2021) melalui pers rilisnya.

Untuk penangkapan pelaku di dua lokasi berbeda, kronlogisnya, Kamis sore (08/04/2021) sekitar pukul 16.00 Wita. Petugas menuju kediaman AP di Kelurahan Kebun Sari.

Didampingi Kepala Lingkungan setempat, dilakukan pengeledahan langsung, di dalam jok motor milik AP. Petugas menemukan satu tas keresek warna hitam berisikan daun dan batang yang diduga Ganja dengan berat keseluruhan 2,5 kilogram. Satu buah timbangan, tiga buah plastik bening, satu bendel plastik klip ditemukan petugas sebagai barang bukti.

‘’ Itu barang bukti yang kita temukan di jok motor milik AP. Ada ganja 2,5 kilogram yang kita temukan,’’ bebernya.

Dari pengakuan AP, barang haram diterima bersama AT di depan Pura Batu Bolong, Lombok Barat, berbekal pengakuan itu, petugas langsung menciduk AP dikediamannya, kedua pelaku langsung diamankan dan digiring ke Mapolresta Mataram untuk diproses lebih lanjut.

‘’ Dua orang ini langsung menerima barangnya dan disimpan dalam jok motor,’’ tukasnya.

Dari hasil introgasi keduanya di Mapolresta Mataram, AP mengaku ganja 2,5 kilogram didapatkan dari seseorang bandar berinisial ER, bandar yang disebutkan AP adalah warga Medan, Sumatera Utara. ‘

’ Ganja itu langsung didatangkan dari Aceh, makanya ini jaringan Narkoba Nasional,’’ tuturnya.

Saat ini, AP ternyata cukup kooperatif, diakuinya, AP sudah tiga bulan terakhir menjual Ganja milik ER, stoknya langsung habis dengan peminat yang cukup banyak.

Jumlah Ganja yang sudah dijual pun cukup mencengangkan, karena AP sudah menjual 10 kilogram ganja milik ER.

‘’ Padahal dia baru tiga bulan ini menjual Ganja dari ER itu, sudah 10 kilogram yang dijual,’’ katanya.

Seharinya, AP memecah Ganja kiloan yang didapati, lalu diecer per 100 gram dengan harga Rp 550 ribu, AP juga memiliki cukup banyak langganan, cukup memesan melalui SMS atau Whatsapp, pesanan ganja langsung diantarkan AP.

‘’ Biasanya dia bertransaksi di Jalan Udayana. Cukup memesan lewat handphone nanti ganja diantarkannya,’’ jelas Heri.

Atas perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 111 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup pidana penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here