20210412 020455

Akibat cekcok sengketa lahan, satu orang mengalami luka tebas dibagian lutut.

Ampenanpost.com. Desa Montong Ajan kecamatan prayabarat daya: Akibat cekcok sengketa lahan, satu orang mengalami luka tebas dibagian lutut.

Sejumlah warga Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadang upaya pihak Samara Hill yang ingin membongkar pagar pembatas lahan yang dipasang warga di jalan menuju Samara Hill di Dusun Torok I, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Sabtu siang (10/4/2021).

Kepada ampenanpost.com, minggu, (11/4/2021), Kepala Desa (Kades) Montong Ajan, Endudiyadi menceritakan, warga yang menghadang upaya Samara Hill membongkar pagar membawa senjata tajam. Begitupula dengan sejumlah oknum diduga warga luar Desa Montong Ajan yang diduga disuruh pihak Samara Hill untuk melakukan pembongkaran pagar juga membawa Senjata Tajam.

Akibat cekcok lahan
Terlihat seorang pria yang sedang membawa parang, diakui oleh kepala desa montong ajan pria ini orangnya samara Hill.sabtu,10,04,2021. Ampenanpost.com

Situasi pun mulai panas dan emosi warga semakin memuncak, karena tidak menerima sikap pihak Samara Hill yang diduga mengundang warga diduga dari luar Desa Montong Ajan untuk melakukan pembongkaran pagar pembatas lahan diatas lahan sengketa yang dipasang warga.

” Hampir terjadi saling bacok. Yang membuat warga semakin marah dan memicu ketegangan, karena Samara mengundang warga luar Desa Montong Ajan untuk membogkar pagar. Saya tidak tau orang – orang itu ( warga luar Desa Montong Ajan ) apakah dibayar atau sengaja diundang. Alhamdulillah kedua belah pihak bisa dilerai dan dibubarkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Polisi dari Polres Lombok Tengah dan Polsek,” kata Endudiyadi

Endudiyadi mengungkapkan, alasan warga memasang pagar di jalan menuju Samara Hill, karena lahan yang dijadikan jalan oleh Samara Hill itu masih bersengketa dan saat ini masih dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Lombok Tengah.

Polres Lombok Tengah Salurkan Bantuan Terdampak Banjir di Praya Timur

”Jalan yang dibuka Samara Hill dipagar oleh warga, karena lahan yang dijadikan jalan itu masih dalam sengketa,antara warga dengan Samara Hill, dan saat ini masih dalam proses penyelesaian di Pengadilan Negeri. Warga memasang pagar diatas lahan itu , karena mengaku hannya menjual lahan ke Samara Hill seluas 1 hektar, sedangkan Samara Hill mengaku telah membeli lahan dari warga seluas 1,65 hektar yang dibuktikan dengan legalitas, ada sertifikatnya,” ungkapnya

Kapolres Lombok Tengah ke Lokasi Banjir Di Kecamatan Pujut

Endudiyadi meminta kepada kedua belah pihak yang bersengketa yakni warga dan Samara Hill untuk sama – sama menahan diri, dan tidak melakukan tindakan melawan hukum. ” Kami minta kedua belah pihak untuk menahan diri, sama – sama menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadian Negeri. Samara tidak melakukan pembongkaran pagar sampai dengan adanya keputusan dari Pengadilan Negeri,” pintanya.

Sementara itu, Pemrakarsa Pembangunan Hotel Samara Hill Agung Partama yang ditadangi, ampenanpost.com, minggu(11/4/2021), terkait dengan persoalan sengketa lahan antara warga dengan Samara Hill dan terkait dengan diduga Samara Hill mengundang diduga warga luar Desa Montong Ajan untuk membuka pagar pembatas lahan yang dipasang oleh warga itu. Masih belum bisa kita temui.

Di waktu yang sama. Kemudian kami mencoba menanyakan Salah satu security yang bertugas disana, dan mengakui bahwa memang ada tanah yang belum dibayar oleh samara Hill seluas 65 are, dia juga mengatakan dari pihak samara Hill, terluka satu orang.”akibat cekcok yang terjadi di TKP, menyebabkan satu orang mengalami luka tebas di bagian lutut kanan, atas nama “mustamin” selaku security di samara Hill”. Diketahui bahwa “mustamin” juga mantan tentara yang saat ini bertugas sebagai security diTKP”,ucapnya.

kemudian bapak itu juga menceritakan masih banyak lahan yang belum selsaikan oleh samara Hill (Sengketa), yang saat ini sedang berperoses di pengadilan tinggi negri praya.”masih banyak kok lahan yang belum diselesaikan, akan tetapi mari kita coba untuk menghormati peroses hukum”,paparnya

Di hari yang sama kami dari ampenanpost.com, mencoba mencari pemilik lahan (Atim) guna meminta konfermasi , namun masih belum bisa kita temui sampai berita ini dimuat.(E011)

Mungkin Menarik :

Bidpropam Polda NTB bersama Denpom TNI Sinergi Razia Tempat Hiburan

Dayat

Diduga Menggunakan Sabu, Sopir dan Kernet Diamankan Personil Patroli Polres Sumbawa

Dayat

Pemuda Dari Wera Gantung Diri, Diduga karena HP Dirusak

Dicky

Motor Tabrak Truk Parkir, Pengendara Tewas

Dayat

Bobol Kantor Panwaslu AP dan Dua Rekannya Ditangkap Tim Puma Polres Lotara

Dayat

Ungkap Kasus Narkoba di Wilayah KLU, 10 Poket Sabu diamankan

Dayat