Lurahselagalas

Sampah Menumpuk dan Membusuk, Lurah Selagalas Menuai Protes Warga

AmpenanPost. Sampah yang lama menumpuk dan membusuk sebuah masalah besar didaerah perkotaan yang sedang berkembang. Volume sampah yang setiap tahunnya terus bertambah seiring dengan peningkatan kepadatan penduduk merupakan tantangan bagi pemerintah daerah setempat dalam penangannya.

Demikian pulla yang terjadi di eks lapangan pacuan kuda selagalas yang kini dimanfaatkan juga menjadi lapangan sepak bola oleh warga selagalas.

Pinggir lapangan sebelah selatan tepatnya berbatasan dengan kompleks pemakaman umum selagalas terbangun gedung TPS kelurahan Selagalas yang berukuran hampir 1 are.

Namun bangunan tersebut tak cukup menampung sampah terlalu lama. Tumpukan sampah tersebut bembludak keluar area TPS hingga mencapai luasan 3 are.

Tumpukan sampah tersebut telah mengeluarkan bau yang menyengat dan mengganggu kenyamanan warga yang bermukin didekat TPS tersebut, yang berakibat munculnya sejumlah keluhan hingga protes yang ditampung oleh M. Yusril S.Ip., Lurah Selagalas hingga sempat tersebar beritanya dimedia.

Setelah berita tersebut dikeluarkan pihak LH Kota Mataram yang bertanggungjawab terhadap masalah sampah di Kota Mataram, buru buru mengerahkan armadanya untuk melakukan pengangkutan ke TPA yang berlangsung hingga Rabu 10/3.

Pak Jaye petugas pengawas pengangkutan sampah ditemui dilokasi bersama M .Yusril, S.Ip., Lurah Selagalas mengatakan bahwa dirinya hanya mengawasi proses pengangkutan sampah yang sudah membusuk tersebut( Rabu, 10/3).

Sementara itu dilokasi yang sama M. Yusril, S.Ip., Lurah Selagalas mengatakan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah 2 bulan tidak pernah terangkut sejak Januari 2021.

“Sampah ini sudah 2 bulanan, memang sampah disini diangkut setiap harinya. Tetapi kemudian hari terhenti karena dikonsentrasikan dilokasi lain sehingga sisanya masih banyak dan membusuk. Itulah yang menjadi keluhan kita disini”, ujarnya, Rabu 10/3).

Menurutnya sejak awal tahun 2021 penanganan sampah dari pihak LH mulai mengalami kendala tehnis yang hanya diketahui oleh LH (Dinas Lingkungan Hidup).

Namun masyarakat tidak mengerti dengan kendala tehnis tersebut. Mereka hanya tahu sampah terangkut.

“tugas kami dikelurahan hanya mengangkut sampah dari warga dan dikumpulkan di TPS ini, selanjutnya tanggungjawab pihak LH untuk mengangkut ke TPA. Didalam bangunan TPS sudah penuh hingga membludak keluar memenuhi areal lapangan. Kami sudah berupaya membuat taman bunga disekitar lokasi agar tampak indah menuitupi serakan sampah, tetapi tidak mempan. Dampaknya warga melakukan protes ke Lurah setiap hari.” Ujar Yusril.

Yusril hanya berharap agar sampah yang ditampung di TPS dapat langsung diangkut dalam sehari juga agar tidak terjadi penumpukan yang berakibat pembusukan dengan bau menyengat.

“ karena urusan sampah tidak akan pernah selesai, sementara penduduk makin padat,”tegasnya.

Pihak LH ketika dikonfirmasi melalui Sekretaris LH Kota Mataram Irwansyah mengatakan bahwa sampah yang bertumpuk tersebut bukan sampah selama 2 Bulan.

“Ya sampah sampah itu sekarang sedang diangkut. Dan sampah itu hanya sampah dalam 2 minggu terakhir bukan 2 bulan,’kilahnya, (Rabu 10/7).

Terkait kepastian jumlah armada yang dikerahkan Irwan mengatakan bahwa jumlah armada tergantung volume sampah ujarnya lagi lagi berupaya berkilah.(N3G)

Mungkin Menarik :

Unram Optimis Capai 8 Indikator Kinerja Utama PT Kemendikbud

Dayat

Perahu Terbalik, Dua Nelayan Berhasil Diselamatkan

Dayat

Kota Mataram Mulai Berlakukan Tanda Tangan Digital

Redaksi

Perekrutan marshal yang cendrung tertutup, Tokoh pemuda Desa Tumpak angkat bicara.

Edi Suryansyah

Rektor Unram Lantik 65 Pejabat Struktural Menjadi Pejabat Fungsional

Dicky

Syeikh Ali Jaber Wafat, Wasiat Almarhum Dimakamkan di Lombok

Dicky