advokat

Klien Adukan Oknum Advokat karena Diduga Lakukan Pemerasan

AmpenanPost. Seorang advokat di Nusa Tenggara Barat (NTB) inisial LAH (30) yang menangani perkara perdata, diadukan dan atau dilaporkan kliennya karena si-klien merasa diperas.

Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Advokat and Legal Consultant F.S.Y & Partners Mataram, Selasa (9/3/2021), pelapor atas nama Kukuh Kridasworo didampingi kuasa hukumnya Fandy Sanjaya, S.H. mengungkapkan, dugaan pemerasan yang dilakukan oknum advokat tersebut, dilakukan dengan dalih untuk memenangkan perkara perdata (jual-beli tanah) yang saat ini masih berproses.

“Kalau memang uang yang saya keluarkan itu untuk keperluan perkara yang saya hadapi dan sesuai dengan kesepakatan, tidak masalah, tapi setelah ditelusuri ternyata uang-uang yang saya berikan, tidak sesuai dengan kesepakatan,” ungkap Kukuh yang diiyakan kuasa hukumnya.

“Itulah sehingga kami melaporkan dia (teradu/terlapor, red) ke Polisi melalui Direktorat Reskrimum Polda NTB,” timpal Fandy selaku kuasa hukum pelapor.

Fandy menjelaskan, kasus itu berawal ketika Kukuh membeli sebidang tanah pada bulan Juni 2019, yang setahun kemudian tepatnya Juni 2020 Kukuh mendapat informasi, kalau tanah yang dibelinya itu sedang dalam sengketa.

“Nah, waktu itu klies saya (Kukuh, red) ini menunjuk terlapor sebagai pengacaranya. Dimana waktu itu terlapor menjanjikan perkara tersebut bisa dimenangkan,” tutur Fandy.

“Karena saya percaya dengan apa yang dikatakan dia (terlapor, red), sejak saat itu saya menyetorkan uang yang katanya untuk biaya perkara. Semua bukti transfer ada kok dan semua sudah diberikan ke Reskrimum Polda NTB,” tambah Kukuh.

Bahkan, lanjut Fandy, di tengah proses perkara yang ditangani oleh terlapor pada waktu itu baik pidana maupun pedata yqng masih dalam proses dan belum selesai, karena masih ada tingkat lanjutan setelah diputus di pengadilan, untuk memuluskan aksi dugaan pemerasan tersebut terlapor melibatkan salah seorang oknum anggota Kepolisian berpangkat Kompol.

“Jadi, klien saya semakin percaya dengan pengacaranya, karena dia (terlapor, red) mengatakan bahwa dia telah menjadi satu dengan Polda NTB. Lebih-lebih dia datang bersama anggota berpangkat Kompol, yang katanya mengaku berdinas di Polda NTB,” jelasnya.

“Pengacaranya (terlapor, red) itu juga menawarkan bahwa dalam penyelesaian perkara hingga akhir, biaya perkara akan ditanggung bersama antara pelapor dan terlapor,” tambahnya.

Tidak sampai disana, urai Fandy, Saudara LAH (terlapor, red) dalam aksinya juga membawa-bawa nama pegawai Badan Pertanahan Negara (BPN) Lombok Barat, terkait penyelesaian sertifikat tanah yang bersengketa dengan biaya Rp 100 juta, yang ditanggung bersama dengan pembagian sama-sama 50 juta.

“Anehnya lagi, dia juga melakukan pemerasan terhadap oknum pegawai BPN itu menggunakan bukti transfer,” ucapnya.

Menurut Fandy, apa yang dilakukan terlapor dinilai telah melanggar Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI), yang secara aturan dapat dikenakan sanksi etik.

“Bahkan mobil Pajero milik klien saya yang awalnya dia (terlapor, red) pinjam, juga dia tahan dengan alasan sebagai jaminan. Jadi, klien saya dirugikan sekitar Rp. 93 juta, belum termasuk Pajero,” sebutnya.

Fandy berharap, laporan kasus dugaan pemerasan ini segera ditindaklanjuti Dit Reskrimum Polda NTB.

Sementara terlapor saat dihubungi melalui line telepon selular mengatakan, bukan dirinya yang dilaporkan namun dirinya yang melaporkan pelapor (Kukuh).

“Yang ada, saya yang melaporkan Pak Kukuh karena masuk sengkutan mafia tanah, ada tujuh orang klien saya,” ucapnya.

“Tujuh orang yang masuk dalam laporan saya yang melaporkan Pak Kukuh dan keluar besar (Kukuh, red), tentang ada tanah, tanah saya yang belum dilunasi pembayarannya,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, masih melalui line telepon LAH mengatakan akan memberikan konfirmasi lebih lanjut, karena saat itu dirinya sedang mengemudi kendaraan dan sedang di jalan.

Mungkin Menarik :

Sempat Hilang, Remaja Terseret Arus Sungai Sudah Ditemukan Meninggal

Dayat

Pakar Hukum Sebut Kerumunan di Maumere Spontan, Tak Ada Unsur Pidana

Dicky

Lomba Kampung Sehat Dua, Kades Pemepek Ajak Warganya Taat Prokes

Dicky

Pandemi Belum Berakhir, Unram Laksanakan Wisuda Secara Daring

Dayat

DPMD Lotim, Upayakan Pemerataan ADD Desa Mekarkan Dusun

Dicky

Bupati Lotim Jadi Narasumber Simposium Internasional Walikota, Bupati dan NGO

Dayat