Poto tumpukan sampah disebuah gang menuju ke pem

Kampung Sehat Dua, Desa Kateng belum siap.

AmpenanPost. Kampung sehat jilid dua, desa kateng belum siap. Sebab masih banyak problem yang belum selesai, terutama masalah sampahnya, sampai sekarang tidak dibenahi.

Bau menyengat dari tumpukan sampah di saluran irigasi yang berserakan di sebuah gang menuju Tempat pemakaman Umum (tpu) lima Dusun di Desa Kateng, Kecamatan praya barat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng),(30/03/21)

yakni Dusun penabu, Dusun pasak siji, Dusun tobro, Dusun Denmas, dan Dusun selantan, sejak 2 bulan terakhir dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, tumpukan sampah itu cukup mengganggu kenyamanan warga setempat dan pengguna jalan, terlebih-lebih gang tersebut akses dari masjid menuju kepemakaman.

Ramdan warga Dusun tobro mengatakan, masalah tumpukan sampah di sepadan gang menuju Kepemakaman itu merupakan persoalan klasik yang hingga kini belum ada solusi dari pemerintah setempat. Padahal, menurut Ramdan, jika pemerintah setempat memiliki perhatian serius terhadap sampah, setidaknya akan membuat desa yang akan dikenal dengan kampung bahasa tersebut menjadi lebih bersih dan tertata.

”Sampah di desa ini merupakan masalah jadul dari tahun ke tahun tidak pernah bisa di atasi, bisa dibilang ini tidak tertata sama sekali. Padahal, jika pemerintah desa bisa memberikan pemahaman ke masyarakat saya yakin, masyarakat akan sadar,” kata Ramdan

Tidak hanya itu, Ramdan juga menjelaskan penggunaan dana desa tidak bisa dikelola secara maksimal. Sejauh ini pemerintah setempat menurutnya hanya fokus untuk pembangunan fisik, namun pemberdayaan untuk masyarakat kateng sangat minim. “Pemberdayaan itu sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tapi kan selama ini hanya pembangunan fisik saja yang di prioritaskan,” sambungnya.

Hal senada juga dikatakan L mustafa, salah seorang yang sedang melintas hendak menuju kemasjid Nurul Hidayah Kateng. Dirinya cukup terganggu dengan bau menyengat dan pemandangan sampah yang seolah tidak diperhatikan sama sekali.”Seharusnya ini ada upaya dari petugas atau siapa agar jangan terlalu kelihatan jorok,” ujar mustafa.

Dirinya menyinggung proyek pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang di buat dari Dana Desa (DD) pada tahun 2019, sebagaimana sekarang bangunan tersebut mangkrak tidak digunakan, dikarenakan menurut Mustafa bangunan tersebut tidak memiliki akses yang layak menuju ke sana, diketahui jarak dari gang dan TPS hanya 50 meter saja.

“Kita pernah dibuatkan tempat sampah, akan tetapi tidak pernah dipakai, karena tidak ada jalan menuju kesana, padahal jarak dari gang ke bak sampah (TPS red) itu hanya 50 meter, tapi tidak pernah mau dikerjakan.”ucapnya

Sedangkan kepala desa kateng L Syarifudin,SH.I saat diminta Konfirmasi oleh tim ampenanpost.com mengatakan akan segera memberikan arahan kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah disana lagi, dan terkait akses jalannya, kades mengatakan dari pemerintah desa akan segera mengerjakan, jika tidak ada hambatan.

“Kita akan mengarahkan masyarakat supaya buang sampah pada tempatnya, terkait aksesnya kita akan rabat besok, insya Allah,”pungkasnya kades. (E011)

 

Mungkin Menarik :

Polres Loteng Gelar Apel Kesiapan Operasi Keselamatan Rinjani 2021

Edi Suryansyah

KBPPSDM Kementerian Pertanian, Kunjungi Lotim

Dicky

Kasat Reskrim Polresta Mataram Ajak Warga Jempong Timur Mendukung Tugas Kepolisian

Dayat

Akibat Bentrok Tadi Malam, Kini Saling Lapor

Edi Suryansyah

Awasi perairan NTB, Patroli Gabungan digelar Ditpolair Polda NTB, Bea Cukai dan TNI AL

Dayat

Ajang Pencarian Talenta Bumi Gora di Ownbeat Singing Contest

Dicky