Satresnarkoba Polresta Mataram Tangkap Buruh Bangunan Edarkan Sabu

AmpenanPost. Sat Resnarkoba polresta Mataram, kembali menangkap dua orang buruh bangunan melakukan penyalahguna Narkotika jenis sabu.

Buruh bangunan yang masing-masing berinisial ZN (44 tahun), warga Lilir Barat, Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari dan MH (50 tahun) warga Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Keduanya ditangkap usai bertransaksi atau jual beli Narkotika jenis sabu.

‘’ Keduanya kami amankan 20 Februari sekitar pukul 19.30 Wita di rumah ZN,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (25/02/2021).

Berdasarkan informasi masyarakat yang menyebut ZN sudah sering bertransaksi jual beli Narkotika jenis sabu di rumahnya.

Setelah memastikan ZN berada di rumahnya, Petugas melakukan penggerebekan, saat itu, ZN sedang bersama MH.

Dalam pengledahan keduanya disaksikan oleh perangkat desa setempat sehingga didapati Narkotika jenis sabu seberat 4,88 gram.

‘’ Saat kami kesana. ZN baru selesai transaksi dengan MH. Ada sabu 4,88 gram yang kami amankan. Juga ada seperangkat alat konsumsi sabu dan timbangan digital. Ada juga uang Rp 50 ribu,’’ tuturnya.

Kemudian dilakukan pendalaman, keduanya saat ditangkap baru saja saja menjual sabu kepada MH dan MH pun sudah menyerahkan uang Rp 50 ribu untuk membayar sabu.

‘’ Mereka sudah bersepakat dari awalnya untuk menkonsumsi sabu, ZN juga yang menyediakan alat konsumsi Narkotika jenis sabu tersebut.” Bebernya.

Usai diperiksa, ZN mengaku sabu dibeli di Karang Bagu. Beberapa hari terakhir, ZN cukup sering membeli di Karang Bagu dengan jumlah beragam.

‘’Sabu Karang Bagu itu lalu dipecah dan dijual kepada pembeli yang datang ke rumahnya,’’ tuturnya.

Dalam pengakuannya, ZN sudah tiga bulan menjual sabu, dia tidak puas dengan pendapatannya sebagai buruh proyek.

‘’ Juga karena masih pandemi. ZN tidak kunjung mendapat panggilan kerja. Lalu memutuskan menjual Narkotika jenis sabu,’’ terangnya.

Mendapat keuntungan menjual sabu dianggap cukup lumayan. Hanya membeli dua gram di Karang Bagu, per gramnya, ZN mengaku mendapat untung Rp 500 ribu.

‘’ Pelaku bilang cukup banyak untungnya. Sabu yang dia jual juga disisihkan untuk digunakan sendiri. ZN ini urinnya positif mengandung metampetamin atau sabu,’’ katanya.

Buruh yang berstatus duda dengan dua orang anak ini kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bersama MH, ZN dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here