polresta mataram narkotika

Mantan TKI Nekat Jualan Sabu untuk Bayar Cicilan Bank

AmpenanPost. Mantan TKI ( Tenaga Kerja Indonesia) pria berinisal NW (34 tahun) warga Desa Sepit, Kecamatan Keruak Lombok Timur ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Kota Mataram pada hari Kamis 18/02di Rembige Utara.

NW ditangkap karena diduga sebagai pengedar Narkotika jenis sabu, ia ditangkap di kamar kosnya di Lingkungan Rembiga Utara, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

‘’ Pelaku ini pengedar Narkotika jenis sabu. Kami amankan dikosannya di Rembiga hari Kamis 18 Februari 2021 sekitar pukul 19.30 Wita,’’ ujar Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi di Mataram, Kamis (25/02/2021).
Dari penangkapan tersebut, menindaklanjuti laporan masyarakat, bahwa pelaku dikosannya kerap melakukan transaksi jual beli Narkotika jenis sabu.

Berbekal informasi tersebut, dalam sepekan Tim melakukan penyelidikan dan Tim langsung menggeledah kamar kos NW walhasilnya, petugas menemukan kristal bening diduga sabu dengan berat 2,82 gram.

‘’ Kita temukan sabu dikamarnya sekitar 2,82 gram,’’ bebernya.

Sedangkan bukti lainnya sebagai pengedar didapatkan petugas, seperti satu set alat konsumsi Narkotika, Dua buah handphone, satu buah tas yang didalamnya berisi dua bendel plastik bening dan dua buah timbangan digital, Uang tunai Rp 2,2 juta yang diduga hasil transaksi penjualan sabu.

‘’ dari barang bukti yang ada, patut diduga NW meruoakan salah satu pengedar Narkotika jenis sabu,’’ tuturnya.

Dalam Interogasi singkat dilaksanakan petugas, sebelum menjadi penjual sabu, NW menjadi TKI di Malaysia selama 14 tahun. Sejak dari tahun 2004 sampai 2019, karena kontrak kerjanya habis, NW memutuskan pulang ke Indonesia.

Setelah di Desanya di Keruak, Lombok Timur, Pelaku memiliki toko variasi motor, usahanya hasil keringatnya bekerja di Malaysia dan pinjaman Bank.

Akan tetapi cicilan di Bank terasa berat, NW kesulitan mencicil hutangnya di Bank, ia pun nekat menjual sabu yang untungnya untuk membayar hutang.

‘’ Pelaku memilih cara instan untuk membayar hutangnya, jualan sabu yang dia pilih satu satunya agar dapat melunasi cicilan di Bank,’’ katanya.

Sedangkan sabu yang dijual didapatkan disejumlah tempat, diantaranya di Abian Tubuh dan Karang Bagu. Sabu yang dibeli lalu dipecah menjadi poketan kecil dan dijual.

‘’ Dia ecer caranya dengan kisaran harga Rp 100 ribu per poketnya, dia bilang semakin dipecah, semakin banyak untungnya,’’ tambahnya.

NW tidak repot berkeliling menjual barang haram tersebut, cukup berdiam diri di kosnya di Rembiga, pembelinya berdatangan dan langsung bertransaksi.

‘’ Pembelinya itu orang-orang yang sudah dia kenal, sebagian besar berprofesi sebagai sopir,’’ tukasnya.

NW irit berbicara di depan petugas, tapi diakuinya, Sabu didapatkan di Karang Bagu.

‘’ Sudah tiga kali saya ambil di sana,’’ ungkapnya.

Akibat perbuatannya, mantan TKI di Malaysia ini terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara.

Mungkin Menarik :

Satuan Reserse Kriminal Polres Lotim Tangkap Oknum PNS Pencetak Upal

Dicky

Pengguna Sabu, Dua Sahabat Karib Diringkus Polisi Usai Membeli Sabu

Dayat

Satresnarkoba Tangkap Tiga Terduga Pelaku Narkoba di Desa Eyat Mayang Lembar

Dicky

Satresnarkoba Polresta Mataram Tangkap Buruh Bangunan Edarkan Sabu

Dayat

Polres Lobar Polda NTB Berhasil Cegah Kerumunan dan Balap Liar

Dicky

Kenalan di Medsos, Seorang Perempuan Jadi Korban Curas di Lingsar

Dicky