Kasus Korupsi Pengadaan Lampu Tenaga Surya Mantan Kades Lalar

AmpenanNews. Penyidikan terhadap kasus oknum mantan Kepala Desa Labuan Lalar Kecamatan Taliwang Sumbawa Barat periode 2013-2018 yaitu AS yang diduga telah melakukan korupsi anggaran pengadaan lampu jalan tenaga surya oleh Unit Tipikor Polres Sumbawa Barat telah dilakukan.

Dalam pengadaan lampu jalan tenaga surya dengan pagu anggaran Rp192.500.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Labuhan Lalar tahun 2018.

“Dalam pengadaan lampu tenaga surya di Desa Labuhan Lalar tersebut diambil alih oleh Kepala Desa tanpa melibatkan tim pengelola kegiatan (TPK) pengadaan barang dan jasa di desa,” terang Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono SIK melalui Paur Humas Ipda Eddy Soebandi S.Sos dalam laporannya, Rabu (17/2).

Perbuatan yang dilakukan AS ini tegas Eddy, bertentangan dengan Peraturan Kepala LKPP No 22/2015 tentang perubahan atas peraturan kepala LKPP No 13 tahun 2013 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa di desa.

Kemudian sampai dengan akhir tahun, anggaran pekerjaan tidak dilaksanakan, tersangka hanya memberikan uang muka saja kepada pihak penyedia yang ditunjuk namun tidak ditindaklanjuti dengan pembayaran barang.

“Artinya pekerjaan tersebut fiktif atau tidak dilaksanakan, padahal AS telah mendesak bendahara desa untuk mencairkan anggaran dengan jumlah tersebut setelah dipotong pajak. Akibat perbuatannya tersangka merugikan Negara sebesar Rp168.525.000,” Terang Kapolres yang disampaikan Eddy.

Usai disidik sejak akhir 2019 lalu, pada Selasa (16/2) pihak Polres Sumbawa Barat kemudian menyerahkan tersangka berikut barang bukti (BB) ke Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat.

Ipda Eddy menyampaikan, prosesnya ini berlanjut setelah sebelumnya Jaksa mengirim surat pemberitahuan hasil penyidikan sudah lengakap (P.21).

Perkara tersebut, penyidik melakukan penyitaan terhadap uang muka yang disetorkan oleh tersangka pada rekanan sebesar Rp2.596.000 dan barang bukti beberapa tiang lampu, serta barang bukti berupa dokumen telah ikut diserahkan oleh tim penyidik yang dipimpin langsung oleh Kaur Binops Sat Reskrim Iptu Zainal Abidin yang juga dipercayai merangkap menjadi Kanit Tipikor.

Kasat Reskrim AKP Afrijal, melalui pers rilisnya memberikan keterangan, Rabu, mengatakan, dengan penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut maka kewenangan penanganan perkara sudah sepenuhnya beralih ke Jaksa penuntut umum untuk proses hukum selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here