Polresta, Teriaki Petugas Maling Pengedar Sabu di Sekarbela Diringkus

Kapolresta Mataram
Kapolresta Mataram

AmpenanPost. Satresnarkoba Polresta Mataram menangkap seorang pelaku yang diduga pengedar sabu, pelaku berinisial BR alias Toto (34 tahun) Warga Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Petugas cukup repot sesaat sebelum menangkap pelaku. Karena pelaku berteriak maling saat petugas datang.

‘’ Pelaku memang sempat berteriak maling kepada petugas,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Jumat (23/01/2020).


Pada minggu malam, sekitar pukul 22.00 Wita. Bertempat di Gang Al Mustofa Jalan Sultan Kaharudin Lingkungan Pande Besi, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela didatangi petugas, berbekal informasi adanya rumah yang kerap dijadikan tempat transaksi jual beli sabu. Sesampainya di lokasi, pelaku bukan hanya meneriaki petugas tapi berupaya melawan petugas, tindakan ini terekam kamera CCTV.

Tak ayal lagi, teriakan itu memancing datangnya warga sekitar yang ingin membantu pelaku, warga lalu mundur setelah mengetahui petugas sedang berupaya menangkap pelaku, penangkapan tersebut menjadi tontonan warga sekitar. Sesaat kemudian, petugas mengundang kepala lingkungan untuk menyaksikan pengledahan badan terhadap pelaku tapi tidak ada barang bukti yang didapatkan.

‘’ Pengledahan badan tidak ada barang buktinya,’’ bebernya.

Petugas tidak patah semangat, petugas lalu menggeledah motor pelaku, didalam jok ditemukan satu bungkus rokok. lalu didalamnya terdapat klip plastik berisikan kristal bening yang diduga sabu dengan berat 4,74 gram.

‘’ Kita dapatkan barang bukti sabu 4,74 gram di jok motornya,’’ tuturnya.


Kemudian penggeledahan dilanjutkan di rumah kos pelaku, petugas mendapati ratusan klip plastik dan timbangan, pelaku bersumpah barang yang ditemukan bukan miliknya. Akan tetapi dia tidak bisa mengelak lagi setelah polisi menunjukkan bukti chat pelaku mengaku sabu dibeli di Karang Bagu.

‘’ Dia sampai bersumpah barang bukti bukan miliknya. Tapi kan bukti lainnya menguatkan itu punya dia,’’ kata Heri.


Sedangkan untuk asal sabu. Pelaku mengaku tidak mengenal seseorang tempatnya membeli barang haram itu, dia mengakui masih menkonsumsi sabu.

‘’ Saya ketemu orangnya di jalan,’’ ungkapnya.


Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman lima tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here