Pengunduran Diri Sekretaris PB PKB Dinilai Kecewa tidak Masuk Pengurus DPW
Keterangan Photo : Ketua DPW PKB H Lalu Hadrian Irfani, Ketua Dewan Penasehat Perempuan Bangsa PKB, Hj Delianasari Irfani, Ketua Umum DPP PB PKB Hj Sitti Mukaromah dan Ketua PB PKB NTB Hj Kartini Irwarni

Pengunduran Diri Sekretaris PB PKB Dinilai Kecewa tidak Masuk Pengurus DPW

AmpenanPost. Menanggapi pemberitaan terkait mundurnya Sekertaris Dewan Pengurus Perempuan Bangsa PKB NTB, Endang Supriani bersama kawan-kawan. Ketua Perempuan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PB PKB) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Kartini Irwarni menegaskan mengadakan pertemuan tanpa sepengetahuan dirinya sebagai ketua tidak mencerminkan berorganisasi.

“Mengadakan pertemuan tanpa setahu saya sebagai Ketua PB tidak mencerminkan etika berorganisasi. Apalagi bertemu untuk mengajak orang keluar kepengurusan PB. Saya pikir malah baik kalok mereka mengundurkan diri,” ungkapnya kepada media ini

“Tinggal kita tunggu surat pengunduran dirinya. Jangan hanya menyatakan dikoran tapi gak ada kenyataaannya. Kita tidak repot-repot cari alasan untuk memberhentikannya,” kata Kartini

Ia menilai mereka hanya kecewa karena tidak lagi duduk di dalam kepengurusan DPW yang merupakan keputusan mutlak DPP.

“Dan juga gak apa-apa mereka mundur masih banyak kader-kader PB yang mau untuk bergabung di PB. Kita tidak bisa memaksa orang untuk tetap bertahan di PB,” tuturnya

“Masalahnya simpel keputusan DPP adalah keputusan paripurna dan kita sebagai kader sejati hendaknya sami’na wa atho’na. Kenapa pada mau “makar” pd keputusan DPP,” kata Kartini menambahkan penuh heran.

Mungkin Menarik :

Cegah Klaster Baru, Polres Sumbawa Awasi Kampanye Sehat

Dicky

Ketua DPW Pemuda Partai Perindo NTB,Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.

Edi Suryansyah

Bikin Gebrakan, Gelora Loteng Gelar Prabarda Cup 2020

Dicky

Peristiwa Budaya dalam Pilkada 2020 Lombok Tengah

Dicky

Pelantikan Pengurus Baru, Ini Target PKS NTB Pada Pemilu 2024

Toos

Anis Matta, Yakini Partai Gelora Takdir Masa Depan Indonesia

Dayat