PoldaNTB

Pengukapan Kasus Pemalsuan Hasil Rapid Test Antigen

AmpenanPost. Kasus pemalsyan hail Rapid Test Antigen berdasarkan Laporan Polisi: LP/40/I/2021/NTB/SPKT, tanggal 28 Januari 2021, waktu Kejadian, Hari Rabu tanggal 27 Januari 2021 pukul 16.30 Wita. Tempat kejadian perkara Jalan Energi No. 3, RT/RW 001/033, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dari laporan tersebut, tersangka: Inisial EZZ alias ZUL, Lahir di Saingaraja Bali, tanggal 17 Mei 1984, Umur 36 tahun, Kelamin Laki-laki, Agama Islam, Suku Bugis, Pendidikan S1, Pekerjaan Wiraswasta, Kewarganegaraan Indonesia, Alamat sesuai KTP di Jalan Energi No. 3, RT/RW 001/033, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram

Sedangkan kronologis: Awalnya hari Rabu tanggal 26 Januari pukul 13.00 Wita saksi inisial YAS menghubungi tersangka EZZ melalui telepon minta tolong agar dibantu dibuatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19 terhadap 15 (lima belas) orang Jamaah Tabligh yang akan menyeberang melalui pelabuhan Lembar, atas permintaan tersebut kemudian tersangka EZZ meminta identitas ke 15 Orang Jamaah Tabligh tersebut seterusnya membuatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19 dengan hasil negatif dan seolah-olah surat tersebut dikeluarkan oleh sebuah Laboratorium Klinik padahal kenyataannya surat keterangan tersebut dibuat sendiri oleh EZZ dirumahnya dengan menggunakan seperangkat komputer.

Blangko Surat Keterangan Bebas Covid-19 atas nama Laboratorium Klinik itu didapatkan oleh tersangka EZZ dengan cara sebelumnya menscaner asli Surat Keterangan Bebas Covid-19 yang memang pernah dikeluarkan oleh Laboratorium Klinik dimaksud sewaktu tersangka EZZ menguruskan temannya. Kemudian hasil scaner itu tersangka simpan dikomputer yang biasa digunakannya.

Kemudian barang Bukti: Uang Tunai sejumlah Rp. 1.500.000, 1 unit CPU merk Asus warna hitam, 1 buah monitor warna hitam ukuran 15 Inc merk Philips, 1 unit printer merk Epson, 1 buah keybord dan moese merk Logitech, 1 buah stempel flash warna kombinasi merah dan hitam, 1 buah HP merk Huwawei warna hitam, 1 buah HP merk Infinix Model X680 warna hitam dan 1 buah HP merk Samsung model SM-B310E warna biru.

Di TKP Penangkapan: Terhadap tersangka EZZ ditangkap di Kantor Ditreskrimum Polda NTB setelah dilakukan pemeriksaan sebagai Tersangka.

” Atas perbuatannya , tersangka dikenakan Pasal yang dilanggar: Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. ” Tutup Kabid Humas Polda.

Mungkin Menarik :

Bejat, Baru Dipacari Dua Minggu Pacar di Bawah Umur Diperkosa

Dicky

Tergiur Beli Sabu, Dua Sahabat asal Karang Panas Ditangkap

Dayat

Quick Reponse Polres Lombok Tengah Terhadap Video Mesum di Medsos

Edi Suryansyah

Pelaku Pencurian Hand Phone dan Penadah di Ciduk Tim Puma

Dicky

Residivis Pelaku Curas Dihadiahi Timah Panas Tim Puma Polres Lobar

Dicky

Pemuda Desa Kuta Ditangkap Usai Tebas Tangan Bule Australia

Dayat