ampenanpostnqrkoba

Polda NTB Kembali Amankan 1,5 kg Narkoba, Dikirim Melalui Expedisi di Mataram

AmpenanPost. Tim OPS Narkoba Polda NTB kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang yang diduga terlibat dalam pengiriman paket Narkob jenis Shabu yang diamankan petugas pada salah satu kantor Jasa Pengiriminan Barang diwilayah Mataram, tepatnya di jalan Sriwijaya Kecamatan Mataram Kota Mataram, Senin (21/12/2020).

Pelaku yang dua orang yang diamanakan tersebut dengan inisial BH Laki – laki kelahiran Teluk Mataram 31 Maret 1993 Alamat Jalan Banda Karang Ujung kecamatan Ampenan Kota Mataram.

Kemudian WS seorang perempuan kelahiran Mataram 20 Juli 1978 yang beralamat di Kebon Babakan Gontoran Barat Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya kota Mataram.

Dalam penangkapana kedua pelaku karena sebelumnya Polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada pengiriman barang yang diduga Narkoba melalui Jasa Pengiriman barang tersebut, berbekal informasi itu petugas menuju ke TKP untuk memastikan barang yang diduga narkoba itu.

Salah seorang dari mereka yakni BH datang ke kantor jasa pengiriman barang untuk mengambil pket, petugas langsung menyergap pelaku dan menggeledahnya.

Petugas menemukan 6 Paket Sedang yang diduga narkotika dengan berat bruto 1,5 kg, Team OPS DIREKTORAT Narkotika Polda NTB yang dipimpin KA TEAM OPS DIREKTORAT AKP I MADE YOGI PURUSA UTAMA. S.E S.IK langsung mengamankan BH Beserta Barang Bukti lainya seperti 1 Set Alamat sound sistem merek RINREI, 1 Buah Tas pinggang warna hitam dan 1 Unit HP Android merek Samsung.

Usai dilakukan introgasi terhadap BH Team OPS Ditresnarkoba Polda NTB melakukan pengembangan ke tempat tinggal WS yang diduga sebagai pemilik barang tersebut.

Akan tetapi di Rumah WS petugas tidak menemukan barang bukti lainnya, walau petugas tidak menemukan barang bukti lainnya, petugas tetap membawa WS guna di lakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Perbuatannya kedua pelaku terancam dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun

Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun.

Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra, S.I.K, MH, Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB menyampaikan pengiriman narkoba yg masuk ke NTB dilakukan dengan berbagai modus pengiriman melaluai jasa pengiriman barang dia berharap agar masyarakat selalu menjadi benteng peredaran barang haram tersebut

“Kepercayaan masyarakat NTB akan kami pegang utuh dan mohon masyarakat menjadi benteng peredaran narkoba dan para bandar segera berhenti dan hijrah karena kami pasti akan sampai dan menemukan anda, dan para bandar akan kami TPPU kan,” tegas Helmy pada saat kompres di halaman kantor Ditresnarkoba Polda NTB kota Mataram, Selasa (22/12/2020)

Ditresnarkoba Polda NTB sedang mendalami kasus tersebut dengan menjalin kerjasama dengan Polda Kalbar dan jasa pengiriman barang.

“untuk sementara kasus ini masih kita kembangkan, kami sudah tau bahwa barang ini di kirim dari malaysia dengan modus dimasukkan dalam spicer, untuk itu kami sudah menjalin kerjasama dengan Polda Kalbar dan Jasa Pengiriman Barang,”pungkasnya.

Mungkin Menarik :

Perahu Terbalik, Dua Nelayan Berhasil Diselamatkan

Dayat

Pohon Tumbang Ketengah Jalan, Polisi Turun Tangan

Dayat

Berpotensi Timbulkan Kecelakaan Lalulintas, Polsek Senggigi Bersihkan Pohon yang Menghalangi Jalan

Dayat

Gempabumi Tektonik M=3, 3 Dirasakan Di Lombok Barat

Dayat

Rektor Universitas Mataram Melepas Ribuan Mahasiswa KKN Tematik

Dicky

Puslitbang Polri Laksanakan Supervisi Kepercayaan Masyarakat di Polres Loteng

Edi Suryansyah