AMSI NTB Gelar Cek Fakta Debat Kandidat Pemilihan Walikota Mataram 2020

AmpenanPost. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah NTB menggelar cek fakta debat kandidat Pemilihan Walikota Mataram 2020. Hal ini dilakukan guna memberikan informasi yang akurat sesuai fakta yang benar kepada masyarakat.

Koordinator Cek Fakta Debat Pilkada Kota Mataram, H.M. Hasbi Assiddiqi mengatakan Cek Fakta inj diikuti oleh delapan jurnalis dan dari anggota AMSI NTB, acara ini akan dipandu Trainer Cek Fakta dari Pengurus Pusat dan mendatangkan Prof. Dr. Sudiarto dari Akademisi dan H. Lalu Aksar Anshori, mantan Ketua KPU Provinsi NTB sekaligus sebagai Direktur Eksekutif JADI ( Jaringan Demokrasi Indonesia ) untuk memberikan penilaian.

“Dalam debat yang dilakukan beberapa sesi itu, semua pengecek fakta terbagi dalam klaster-klaster yang menyimak, mencermati setiap data-data yang disampaikan oleh para kandidat yang akan bertarung pada 9 Desember 2020,” terangnya.

Abah Lanks sapaannya mengatakan fokus pemeriksaan dilakukan terhadap klaim data-data terkait berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, hukum, UMKM hingga kasus Covid-19.

“Kami menguji data-data yang disampaikan kandidat saat debat dengan fakta dan berbagai sumber data, sehingga publik bisa mendapatkan informasi yang benar,” terang Koordinator Cek Fakta Debat ini.

Masing-masing klaster melakukan pengecekan data-data klaim kandidat berdasar skala prioritas mana yang perlu diverifikasi dengan berbagai sumber yang dimiliki.

Pengecekan dilakukan dibatasi untuk data-data klaim kandidat dan bukan sesuatu hal yang akan dilakukan atau janji-janji kandidat.

Abah Lanks menambahkan, prosedur ketat dan mekanisme verifikasi dilakukan terhadap data-data yang dikumpulkan para pemeriksa fakta termasuk dengan narasumber yang expert hingga ke meja editor sebelum nantinya dipublikasikan.

Ada beberapa data yang dikerjakan secara kolaborasi antara media, ada juga yang bisa dikerjakan masing-masing pemeriksa fakta sendiri.

Ditegaskannya, upaya cek fakta debat kandidat ini, bagian dari kontribusi AMSI dalam literasi informasi ke masyarakat termasuk menangkal kabar atau informasi hoax. Sebab, biasanya informasi hoax banyak bertebaran di media sosial menjelang pesta demokrasi lima tahunan seperti Pilkada.

“Kami ingin upaya ini juga bisa memperkuat sistem demokrasi dan literasi informasi ke masyarakat terhadap para calon pemimpin daerah,” kata Pemimpin Redaksi ampenannews.com ini.

Hajatan Pemilu atau Pilkada hendaknya bisa semakin mencerdaskan masyarakat dan memperkuat demokratisiasi namun harus diakui, masih ada kelemahan masyarakat Indonesia rendahnya literasi kepemiluan.

Rendahnya partisipasi publik dalam pemilu, juga menjadi tanggungjawab media untuk turut mendorong edukasi atau literasi informasi, salah satunya melalui program cek fakta Pilkada ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here